INSTAGRAM

Rabu, 13 Mei 2015

SELF HYPNOSIS DAN NLP di atas Kapal

Hari Senin tanggal 11 Mei 2015 lalu, saya diundang untuk memberikan pelatihan Etika dan Kepibadian di Kab. Kep.Mentawai. Perjalanan ke Mentawai bisa menggunakan kapal, ada yang lama yaitu 10 jam dimana berangkat malam dan sampai pagi subuh dengan biaya yang lebih murah dan ada yang memakai kapal cepat 3 jam tentu dengan harga berlipat. Keberangkatan dengan kapal cepat ini setiap hari Senin, Rabu dan Jumat pada jam 6 pagi jam 10 dan jam 3 sore kalau tidak salah.
Dalam perbincangan dengan panitia akhirnya saya pilih yang kapal cepat saja, karena takutnya besok saya nggak fit lagi untuk memberikan pelatihan, walau penginapanpun sudah disiapkan. 
Nah ..sampailah keberangkatan dengan kapal ini, ternyata memang Ombak Mentawai cukup tinggi saat itu, saya berusaha untuk tidak terpengaruh dengan keadaan. Saya berdoa dan menghipnotis diri sendiri dengan mengatur NLP (Neuro Linguistic Programming) diri untuk mengatasi situasi itu. Saya berdoa supaya bisa tidur untuk menggantikan waktu tidur semalam yang terganggu oleh sakit kepala yang selalu mendera setiap kali saya kena suasana panas atau sinar matahari. 
Baru seperempat jam tertidur, eh terbangun oleh suara VCD yang tengah disetel oleh awak kapal. Saya pikir filmnya bagus, ternyata film kekerasan dan pembunuhan hidup2, wah langsung suasana perut saya seperti bercampur aduk, belum lagi ombak yang masih tinggi mengombangambingkan kapal cepat ini, ditambah ada bau2 yang tak sedap yang samar2 seperti bau muntah dll. saya pikir ada beberapa orang dibelakang yang tidak tahan dengan situasi itu. 
Sayapun lalu mencoba mengeset NLP (Neuro Linguistic Programming) dan self hypnosis. Tarik nafas dalam2 dan berdoa semoga perut saya bisa netral nggak sampai keluar juga isinya. Saya pikirkan bahwa selama riwayat saya belum pernah muntah, saya ingat saja pikiran bawah sadar itu, bahwa saya mensugesti diri sendiri dan menganggap termasuk orang yang kuat dari godaan ini. Karena ada penumpang di belakang yang pinjam freshcare saya, jadi dech tambah mual rasanya. Maka saya tambah sugesti saya dengan mengalihkan pandangan saya dari layar TV yang tepat di depan saya sambil mengingat film Barbie yang cantik2 dan anggun. Dan satu lagi yang harus membuat saya kuat adalah bahwa saya berfikir 3 jam lagi sesampai di Mentawai saya akan langsung memberikan materi. Dan saya anggap saja seperti sedang naik mobil di jalan yang berlubang dan seperti sedang naik roller coaster. Sugesti yang sama juga saya pakai ketika naik pesawat terbang, jika terjadi turbulensi. Tehnik seperti ini dikenal dengan Tehnik Switching di NLP yaitu menggantikan keadaan yang tidak diinginkan dengan keadaan yang diinginkan supaya kondisinya lebih nyaman.
Nah..bagaimana dengan anda?

ALHAMDULILLAH Menjadi Lulusan Terbaik

Alhamdulillah setelah fokus dan konsentrasi di kuliah. Akhirnya mendapat prediket
lulusan terbaik pada bulan Februari 2015 lalu, seperti yang tertulis di portal FMIPA UNAND, bahkan terbaik se UNAND, dan yang terbaik untuk program pascasarjana.
Menurut semestinya nama saya yang tertulis menjadi lulusan terbaik Pascasarjana UNAND, tapi karena kami di FMIPA berjumlah 9 orang yang diwisuda S2 pada periode itu dan menurut peraturannya minimal 10 orang sefakultas, yang sungguh2 tidak adil dan teraniaya (saya berdoa semoga Tuhan mengganti kekecewaan ini dengan bentuk yang lain). Karena nyata sekali peraturan itu mematikan potensi seseorang, jika seandainya fakultasnya sedikit dan mhswnya juga sedikit misal 3 orang yang tamat satu periode itu gimana? padahal nilai saya jauh lebih tinggi dengan IPK 3,90 masa studi 1 tahun 6 bulan, lulus DENGAN PUJIAN kategori Summa Cum Laude , sedangkan yang maju adalah orang dengan IPK 3,73 lulus Sangat Memuaskan, masa studi 2 tahun 3 bulan hanya karena ada 19 org yg diwisuda di fakultasnya. 

Coba .. kalau kamu yg mengalaminya sendiri gimana? Sakitnya tuch dalem banget...disini...
Tapi sudahlah, Alhamdulillah di Fakultas MIPA sudah menjadi lulusan terbaik kok, semua suka duka dan kesedihan itu saya simpan saja, dan yang penting bisa membuat keluarga bangga. Amin.

Memang Pada Awalnya kuliah terasa berat, karena memasuki dunia yg tidak nyaman, tapi demi cita2 yg sudah lama, harus ditempuh juga. Banyak tawaran MC dan memberi Pelatihan terpaksa saya tolak, bahkan siaran di RRI pun kadang-kadang harus izin, demi fokus ke kuliah Kimia ini. Tidak mungkin hasilnya maksimal kalau saya ambil semuanya, apalagi di saat2 penelitian dan pengolahan data.
Saya masih ingat saat kuliah 1 setengah tahun yang lalu, harus belajar, buat tugas, cari jurnal, memahaminya dan mempresentasikannya dan menjawab pertanyaan2. Saya harus bersaing dengan teman2 lainnya yang masih muda dari saya bahkan ada yang baru tamat S1 langsung nyambung S2, kan ilmu mereka masih segar. Hari2 kuliah selalu ada tugas2 dari dosen2. Tapi sementara itu kita juga sudah disuruh oleh pembimbing untuk mencari sampel penelitian dan mencari ratusan jurnal2 Internasional sebagai pendukungnya. 
Jadi di semester satu kami sudah semangat untuk itu, apalagi saya. Saya sangat termotivasi luar biasa untuk cepat tamat, karena biaya sendiri dan tidak ingin berlama2. Dan Karena kuliah di Padang yang cuacanya panas, yang membuat kepala saya selalu sakit berdenyut setiap kena angin dan udara panas, ditambah dengan penelitian yang harus sabar dan tabah dengan segenap permasalahannya. Saya semakin memotivasi diri untuk mengefektifkan waktu dan berusaha semaksimal mungkin, bahkan sebelum seminar akhir masih ada hasil penelitian yang harus diulang, dan menjelang ujian akhir ada juga perhitungan data yang perlu ditambahkan, belum lagi mengurus tanda tangan bebas labor dll, sebagai salah satu syarat untuk ikut ujian akhir dan mendaftar wisuda. Semua itu membuat jantung dan hati saya berdebar-debar dan harap2 cemas, seperti naik roller coaster. Bagaimana tidak, waktu kuliah yang mestinya ditempuh 2 tahun idealnya, harus dipersingkat 1,5 tahun tentu banyak yg harus disiapkan secepatnya, jangan sampai kita terkena deadline. Dan untung saja yang paling awal saya pegang waktu pertama kali mulai kuliah itu adalah kalender perkuliahan untuk tamat 1,5 tahun itu, yang saya cocokkan dengan target2 yang harus dicapai. 
Alhamdulilah walau ada kendala disana-sini, dan saya yakin bantuan doa dari keluarga, support dari suami dan anak2 juga orangtua dan tentu saja dari kedua Profesor yang menjadi  pembimbing saya, saya seperti keluar dari lubang jarum. 

Terimakasih saya ucapkan buat semuanya. Semoga Allah membalasnya dengan pahala. Amin.
Nah, sahabat..saya yakin semua orang yang kuliah mengalami pengalaman yang berbeda, tapi yakinlah kita bisa mengatasinya, fokus saja dan terus berdoa. Jangan kalah dengan ujian dan cobaan. Semoga kita bisa lulus menghadapinya. Karena manisnya dapat dirasakan pada akhirnya, dan seperti syair lagu, akan indah pada waktunya. Semoga.