Senin : Presenter Acara PESONA WANITA dan HOST ACARA CITRA DIRI LIVE at Bukittinggi Televisi
Selasa : Ngajar di AKPER NABILA Padang Panjang, Mata Kuliah : Biokimia
Rabu : Ngajar di STIKES FORT DE KOCK, Mata Kuliah : Kimia Keperawatan, Lokal A lalu Lokal B
Kamis : Editing Photo dan Video di Toko
Jumat : Tawaran MC Pernikahan , On Air LEGENDA di RRI Bukittinggi
Sabtu : Ngajar di STIKES FORT DE KOCK, Mata Kuliah : Kimia Keperawatan. Lokal Bekerja
Minggu : Ngajar PRIVAT MC , Pengembangan Diri dan Profesi. Group Bekerja lalu Group Pelajar .
Rabu, 04 Mei 2011
Rabu, 06 April 2011
AKPER NABILA 2011
Jawaban pertanyaan presentasi diterima paling lambat tanggal 7 Juni 2011, sebelum Ujian Akhir Semester.
STIKES FORT DE KOCK
TUGAS KIMIA KEPERAWATAN
- Sebutkan kegunaan dan contoh senyawa : alkohol, aldehid, keton, eter, ester, asam karboksilat, amina, amida bagi dunia kesehatan.
- Bagaimana peran viskositas dalam tubuh manusia.
- Sebutkan 5 buah Contoh pembuatan zat sintetik di laboratorium sebagai pengganti senyawa organik.
- Sebutkan 3 buah Contoh larutan elektrolit /ion di dalam tubuh, bagaimana cara tubuh mempertahankan kestabilan elektrolit dalam tubuh.
- Berapa gram NaOH yang dibutuhkan untuk membuat 100 ml larutan NaOH 0,1 N. dan Bagaimana membuat larutan NaCl 15 % w/v dalam labu ukur 100 ml.
Diserahkan tanggal 11 Juni 2011 sebelum pukul 12.00 siang. Atau
Dikirim via email : lindahevira@gmail.com sebelum tanggal 11 Juni 2011
Sabtu, 02 April 2011
Senin, 28 Maret 2011
Minggu, 09 Januari 2011
Selasa, 21 Desember 2010
Senin, 26 Juli 2010
Rabu, 30 Juni 2010
Mainan Baru
Di hari libur ini..ada waktu buat menjalankan hobby..edit photo dan video..
hmh..lagi blogwalking ketemu sama Photoscape, asyik jg nich..disamping photoshine yang udah tamat aku otak atik..he..he..
Soalnya kemarin2 itu kalau aku mengedit sukanya di Microsoft Point, soalnya di Adobe photoshop agak ribet..
Tapi kadang2 di adobe dulu untuk lasso, baru bawa ke Microsoft Point, save as JPEG..jadi dech..tulisan dan gambarnya seperti photo2 di http://citrakandiri.blogspot.com/
disamping itu filenya juga nggak perlu dikompress sdh kecil sendiri...walau ada smallphoto tapi..masih suka di MP jg..
Nah ini dia hasil photoscape cerita anakku habis sunatan saat liburan di rumah familli ..he..he..

hmh..lagi blogwalking ketemu sama Photoscape, asyik jg nich..disamping photoshine yang udah tamat aku otak atik..he..he..
Soalnya kemarin2 itu kalau aku mengedit sukanya di Microsoft Point, soalnya di Adobe photoshop agak ribet..
Tapi kadang2 di adobe dulu untuk lasso, baru bawa ke Microsoft Point, save as JPEG..jadi dech..tulisan dan gambarnya seperti photo2 di http://citrakandiri.blogspot.com/
disamping itu filenya juga nggak perlu dikompress sdh kecil sendiri...walau ada smallphoto tapi..masih suka di MP jg..
Nah ini dia hasil photoscape cerita anakku habis sunatan saat liburan di rumah familli ..he..he..
Senin, 07 Juni 2010
Rabu, 02 Juni 2010
Minggu, 30 Mei 2010
10 tahun Merajut Kebersamaan , IWABRI bertekad Menciptakan Keharmonisan Keluarga
Di tengah kompetensi dunia global saat ini, persaingan yang semakin tinggi.
Pekerjaan dan tuntutan profesional telah membuat kita sibukdengan rutinitas sehari2.
Peran seorang istri harus bisa memberikan pengertian yang lebih terhadap tugas suami.
Waktu yang dulu bisa bercengkrama bersama keluarga, sekarang mungkin agak berkurang..
Disamping pemindahtugasan yang selalu berlangsung dalam rentang waktu tertentu ke seluruh wilayah nusantara, yang memang tidak mudah untuk dilalui berada dalam lingkungan yang berbeda dan membutuhkan adaptasi yang tinggi. Tidak saja sebagai karyawan baru tetapi keluarga dan anak2 dan teman barunya .
Untuk itulah pengertian dan peran starategis dari seorang istri harus mampu memberikan aura positif terhadap setiap ritme kehidupan yang harus dilalui. Namun demikian, BRI tetap bertekad menciptakan Keharmonisan Keluarga..
Dalam memperingati HUT tersebut, rangkaian kegiatan sosial, anjang sana, bantuan ke panti asuhan, juga diberikan pelatihan singkat pencerahan oleh Ibu Linda Hevira, selain acara pisah sambut terhadap anggota dan juga ditutup dengan lomba menyanyi antar Cabang.
Semua anggota tampak bahagia, dengan perasaan puas...perjalanan masih panjang..mungkin waktu yang singkat ini tak banyak yang dapat disampaikan, tapi dalam buku Etika Profesional Sukses (oleh : Linda Hevira) , ibu2 lebih bisa belajar banyak dari sana. Terimakasih atas segala perhatian, mohon maaf bila ada yang tidak berkenan.
Selamat Sore dan Sampai Jumpa...demikian Linda Hevira menutup materinya.
25 Mei 2010...di SENDIK BRI Padang
Dalam rangkaian peringatan ulang tahun IWABRI dihadiri oleh Istri dan Karyawati PinCa SeSUMBAR juga PinWil.
Selain perpisahan dan penyambutan anggota yang baru pindah tugas, juga diisi dengan pemberian Materi :
Pencerahan oleh Linda Hevira, S.Si.

Penyerahan Cindera Mata oleh Istri PinWil kepada NaraSumber : Ibu Linda Hevira
Ibu2 ...Perkenalkan ini sahabat saya Bapak Aqua Dwipayana..seorang pakar Komunikasi, Pembicara Nasional dan juga Penulis Buku Best Seller serta teman saya Bapak Firdaus, seorang yang berpengalaman di Padang TV, Padang Ekspres dan juga di koran Sumbar bagUtara. Terimakasih sudah berbagi ilmu dengan saya Pak..
26 Mei 2010 di Kantor Cabang BRI Padang...Jl. Kartini
Sedang memberi pelatihan...
Etika dan Penampilan Profesional..termasuk Cara duduk, berdiri, berjalan, berkomunikasi dan bersosialisasi...
Waduh..terimakasih lagi atas cendera matanya ibu...Iil.(Unit Manager BRIngin Syariah)...tidak lupa juga pada Ibu Irda (telah sibuk mengkonfirmasi saya)..
Selamat jalan Ibu Citra (Bu Samsul)..Terimakasih atas pengabdiannya selama ini..dan Semoga ibu sukses di tempat yang Baru..BRI Palmerah Jakarta)...
Terimakasih semuanya...
Pekerjaan dan tuntutan profesional telah membuat kita sibukdengan rutinitas sehari2.
Peran seorang istri harus bisa memberikan pengertian yang lebih terhadap tugas suami.
Waktu yang dulu bisa bercengkrama bersama keluarga, sekarang mungkin agak berkurang..
Disamping pemindahtugasan yang selalu berlangsung dalam rentang waktu tertentu ke seluruh wilayah nusantara, yang memang tidak mudah untuk dilalui berada dalam lingkungan yang berbeda dan membutuhkan adaptasi yang tinggi. Tidak saja sebagai karyawan baru tetapi keluarga dan anak2 dan teman barunya .
Untuk itulah pengertian dan peran starategis dari seorang istri harus mampu memberikan aura positif terhadap setiap ritme kehidupan yang harus dilalui. Namun demikian, BRI tetap bertekad menciptakan Keharmonisan Keluarga..
Dalam memperingati HUT tersebut, rangkaian kegiatan sosial, anjang sana, bantuan ke panti asuhan, juga diberikan pelatihan singkat pencerahan oleh Ibu Linda Hevira, selain acara pisah sambut terhadap anggota dan juga ditutup dengan lomba menyanyi antar Cabang.
Semua anggota tampak bahagia, dengan perasaan puas...perjalanan masih panjang..mungkin waktu yang singkat ini tak banyak yang dapat disampaikan, tapi dalam buku Etika Profesional Sukses (oleh : Linda Hevira) , ibu2 lebih bisa belajar banyak dari sana. Terimakasih atas segala perhatian, mohon maaf bila ada yang tidak berkenan.
Selamat Sore dan Sampai Jumpa...demikian Linda Hevira menutup materinya.
25 Mei 2010...di SENDIK BRI Padang
Dalam rangkaian peringatan ulang tahun IWABRI dihadiri oleh Istri dan Karyawati PinCa SeSUMBAR juga PinWil.
Selain perpisahan dan penyambutan anggota yang baru pindah tugas, juga diisi dengan pemberian Materi :
Pencerahan oleh Linda Hevira, S.Si.
Penyerahan Cindera Mata oleh Istri PinWil kepada NaraSumber : Ibu Linda Hevira
Ibu2 ...Perkenalkan ini sahabat saya Bapak Aqua Dwipayana..seorang pakar Komunikasi, Pembicara Nasional dan juga Penulis Buku Best Seller serta teman saya Bapak Firdaus, seorang yang berpengalaman di Padang TV, Padang Ekspres dan juga di koran Sumbar bagUtara. Terimakasih sudah berbagi ilmu dengan saya Pak..
26 Mei 2010 di Kantor Cabang BRI Padang...Jl. Kartini
Sedang memberi pelatihan...
Etika dan Penampilan Profesional..termasuk Cara duduk, berdiri, berjalan, berkomunikasi dan bersosialisasi...
Waduh..terimakasih lagi atas cendera matanya ibu...Iil.(Unit Manager BRIngin Syariah)...tidak lupa juga pada Ibu Irda (telah sibuk mengkonfirmasi saya)..
Selamat jalan Ibu Citra (Bu Samsul)..Terimakasih atas pengabdiannya selama ini..dan Semoga ibu sukses di tempat yang Baru..BRI Palmerah Jakarta)...
Terimakasih semuanya...
Sabtu, 15 Mei 2010
The Power of The Purple "IWABA" Ikatan Wanita Perbankan
oleh : Linda Hevira
Berangkat dari Bukittinggi, takut nanti jalan di Silaing putus lagi. Makanya kita prepare lebih awal. Acara yang dimulai jam setengah tiga sore, dalam Rangka Enlighment and Empowerment anggota IWABA, Ikatan Istri dan Karyawan Bank (BI, Mandiri, BCA, BNI,BRI, BPD, NISP, Bukopin, Danamon dll...) yang berlangsung di Tee Box Cafe Padang...
Saat bertemu dengan panitia yang berada di lantai bawah, terasa hangat sekali, warna ungu yang sekarang lagi ngetrend berpadu serasi dikenakan oleh anggota IWABA. Baju kurung yang dihiasi bordir ungu dengan bawahan ungu, sangat manis sekali. Disanalah saya mulai kalimat pembuka saya dengan kata2 The Power of The Purple.
Suasana yang terasa akrab sore hari itu, dihujani dengan pertanyaan2 bagaimana cara mengembangkan diri dan profesi, sampai masalah penampilan dan trik tampil percaya diri serta trik menghadapi atasan dan teman yang kurang bersahabat. Sangat menarik sekali, setiap pertanyaan diladeni dengan baik dan jawaban yang sangat memuaskan. Karena acara dilangsungkan di tengah cafe, maka saking bersemangat dan nya, maka otomatis ada juga pihak pengunjung yang tertarik dengan topik bahasan kita.ha..ha...seru dech...mari...
Oh..ya..rencanya Bank BRI juga mengundang kita untuk memberikan pelatihan juga di Sendik BRI.
dan juga di Kantor Cabang BRI.
Mudah2an saja terlaksana dan berjalan sukses. Amin.
OK. Sekian dulu ya...karena saya lebih lancar bicara daripada menulis nich...Ceritanya dipersingkat aja ya? Mau siap2 ngajar di AMIK nich..para Generasi Muda Harapan Bangsa...semoga...
Kamis, 01 April 2010
Rabu, 31 Maret 2010
Potret Pendidikan yang Ketinggalan Zaman.
Hallo..mulai lagi nich nulisnya...habis muter2 ke blog motivasi nich..akhirnya udah dech...sambung lagi yuuk..
Benar juga tuch ternyata dalam menulis itu harus bebas dari rasa takut.
Takut dibilang sombong terhadap apa yang dituliskan terhadap keseharian kita, atau takut dibilang terlalu cengeng dalam hidup ini, takut dibilang sok tahu, takut dicap sok ngartis lah, narsislah .dllnya....
Terlepas dari itu semua sebagai seorang insan, semua orang pasti punya kelebihan dan kekurangan.
Dan tentu saja mempunyai pandangan tertentu tentang kehidupan.
Pandangan tersebut bisa jadi dilatarbelakangi oleh pengalaman, cerita, bacaan, nasehat, ataupun lingkungan.
Nah adalah sesuatu hal yang wajar ketika seseorang mempunyai pendapat yang berbeda satu dengan lainnya, asalkan disampaikan dengan cara yang benar.
Supaya kita lebih mempunyai wawasan yang luas adalah dengan menyerap informasi sebanyak2nya lewat membaca, mengalami, mendengarkan, dan setelah itu dianalisa lalu dituangkan kembali dalam bahasa sendiri melalui tulisan ataupun lisan .
Satu hal yang harus menjadi catatan penting dalam motivasi kali ini adalah, banyak kriktikan bahwa civitas akademika justu yang paling jarang menulis. Saya mungkin ingin menambahkan juga bahwa tidak hanya menulis yang kurang tetapi tindakan nyata dari apa yang mereka bisa lakukan kurang kelihatan.
Kita sering dibatasi dengan kata2, tunggu setelah saya tamat saya baru bisa berbuat. Tunggu setelah saya tamat saya baru masuk ini dan itu, wah telat dan kelamaan...
Belum tentu juga lho pas tamat kita bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kita.
Makanya dari sekarang kita sudah mulai membidik pasar, kemana langkah kita selanjutnya. Motivasi ini sangat dibutuhkan supaya tidak ada waktu yang sia2 dalam perjalanan pendidikan kita . Artinya walaupun kita masih di tahun pertama kuliah, mestinya udah kepikiran nanti link nya kemana, relasinya siapa2 saja, trus langkah awal penjajakan kemana dll. Dan tentu saja materi pembelajaran kita nggak selalu ada dalam buku2 pegangan diktat yang udah kadaluarsa lagi.
Dosen juga harus merevisi bahan ajarnya sesuai dengan kemajuan tehnologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Karena setiap detik ada saja hal terbaru yang muncul di dunia ini.
Metode pembelajaran melalui kasus2 tertentu, lebih menarik daripada hanya ceramah dan mencatat.
Sistem pembelajaran melalui audiovisual yang dikombinasikan dengan entertainment atau edutainment justru lebih bisa mengaktifkan otak kanan sebagai sumber kreatifitas.
Tuntutan seperti itulah yang harus disikapi oleh pihak pengelola kampus untuk memberikan fasilitas internet, infokus maupun sarana lainnya yang menunjang pembelajaran tersebut di setiap lokal.
Mungkin seorang guru tidak lagi membawa gambar ke dalam ruang kelas, tapi cukup menunjukkan gambar yang tepat di internet lalu menjelaskan bagian2 yang perlu diterangkan. Misalnya tumbuh2an atau organ tubuh manusia.
Walau kita harus hati2 juga bahwa tidak semua informasi yang ada di internet itu benar. Terkadang penulisan atau bahasa ejanya yang salah atau keterangan gambar yang tidak sesuai.
Namun untuk memperkaya wawasan dan melepaskan rasa keingintahuan dari siswa adalah merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dijelaskan.
Menyikapi ujian nasional yang telah dilaksanakan, sepertinya pembenahan besar2an harus dilakukan sebelum kita menuntut lebih kepada seorang siswa. Pembenahan sarana pendidikan, kualitas pengajar, cara mengajar dan materi ajar yang up to date mesti dipikirkan bersama2 dengan melibatkan semua pihak. Tidak hanya di jajaran petinggi saja, tapi lebih mendengarkan aspirasi dari tenaga pengajar langsung yang menjadi ujung tombak pendidikan.
Benar juga tuch ternyata dalam menulis itu harus bebas dari rasa takut.
Takut dibilang sombong terhadap apa yang dituliskan terhadap keseharian kita, atau takut dibilang terlalu cengeng dalam hidup ini, takut dibilang sok tahu, takut dicap sok ngartis lah, narsislah .dllnya....
Terlepas dari itu semua sebagai seorang insan, semua orang pasti punya kelebihan dan kekurangan.
Dan tentu saja mempunyai pandangan tertentu tentang kehidupan.
Pandangan tersebut bisa jadi dilatarbelakangi oleh pengalaman, cerita, bacaan, nasehat, ataupun lingkungan.
Nah adalah sesuatu hal yang wajar ketika seseorang mempunyai pendapat yang berbeda satu dengan lainnya, asalkan disampaikan dengan cara yang benar.
Supaya kita lebih mempunyai wawasan yang luas adalah dengan menyerap informasi sebanyak2nya lewat membaca, mengalami, mendengarkan, dan setelah itu dianalisa lalu dituangkan kembali dalam bahasa sendiri melalui tulisan ataupun lisan .
Satu hal yang harus menjadi catatan penting dalam motivasi kali ini adalah, banyak kriktikan bahwa civitas akademika justu yang paling jarang menulis. Saya mungkin ingin menambahkan juga bahwa tidak hanya menulis yang kurang tetapi tindakan nyata dari apa yang mereka bisa lakukan kurang kelihatan.
Kita sering dibatasi dengan kata2, tunggu setelah saya tamat saya baru bisa berbuat. Tunggu setelah saya tamat saya baru masuk ini dan itu, wah telat dan kelamaan...
Belum tentu juga lho pas tamat kita bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kita.
Makanya dari sekarang kita sudah mulai membidik pasar, kemana langkah kita selanjutnya. Motivasi ini sangat dibutuhkan supaya tidak ada waktu yang sia2 dalam perjalanan pendidikan kita . Artinya walaupun kita masih di tahun pertama kuliah, mestinya udah kepikiran nanti link nya kemana, relasinya siapa2 saja, trus langkah awal penjajakan kemana dll. Dan tentu saja materi pembelajaran kita nggak selalu ada dalam buku2 pegangan diktat yang udah kadaluarsa lagi.
Dosen juga harus merevisi bahan ajarnya sesuai dengan kemajuan tehnologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Karena setiap detik ada saja hal terbaru yang muncul di dunia ini.
Metode pembelajaran melalui kasus2 tertentu, lebih menarik daripada hanya ceramah dan mencatat.
Sistem pembelajaran melalui audiovisual yang dikombinasikan dengan entertainment atau edutainment justru lebih bisa mengaktifkan otak kanan sebagai sumber kreatifitas.
Tuntutan seperti itulah yang harus disikapi oleh pihak pengelola kampus untuk memberikan fasilitas internet, infokus maupun sarana lainnya yang menunjang pembelajaran tersebut di setiap lokal.
Mungkin seorang guru tidak lagi membawa gambar ke dalam ruang kelas, tapi cukup menunjukkan gambar yang tepat di internet lalu menjelaskan bagian2 yang perlu diterangkan. Misalnya tumbuh2an atau organ tubuh manusia.
Walau kita harus hati2 juga bahwa tidak semua informasi yang ada di internet itu benar. Terkadang penulisan atau bahasa ejanya yang salah atau keterangan gambar yang tidak sesuai.
Namun untuk memperkaya wawasan dan melepaskan rasa keingintahuan dari siswa adalah merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dijelaskan.
Menyikapi ujian nasional yang telah dilaksanakan, sepertinya pembenahan besar2an harus dilakukan sebelum kita menuntut lebih kepada seorang siswa. Pembenahan sarana pendidikan, kualitas pengajar, cara mengajar dan materi ajar yang up to date mesti dipikirkan bersama2 dengan melibatkan semua pihak. Tidak hanya di jajaran petinggi saja, tapi lebih mendengarkan aspirasi dari tenaga pengajar langsung yang menjadi ujung tombak pendidikan.
Jumat, 19 Maret 2010
Minggu, 14 Februari 2010
Membuat Buku Layaknya Membuat Sebuah Baju
Barusan saja saya selesai membaca tulisannya Edy Zaques..yang selalu memotivasi untuk menulis. Wow luar biasa. "Yang penting tulis aja dulu, coret2 saja, orang lain buat buku biasa2 saja, saya pun pasti bisa dll..."
Ini termasuk situs favorit saya, mengingat sebagai motivator kita mesti dimotivasi juga kan ..he..he..
Apalagi membuat buku sudah termasuk cita-cita saya sejak 3 tahun lalu.
Walaupun saya sulit mengarang, tapi semasa SMP dulu saya sering menulis kata2 motivasi serta beberapa buah puisi.
Waktu kuliah dulu saya sempat menjadi Redaktur majalah Dinding di tahun II, dan menjadi Ketua Bidang Tiga Himpunan Mahasiswa Kimia yang menangani Humas, Mading dan Bursa (menjual alat2 Kimia) di tahun ketiga.
Karena memang sudah menjadi Pemimpin Redaksinya waktu itu. Otomatis saya harus menjadi teladan dong, kan malu kalau tidak bisa menulis..he..he..Puisi pertama saya muncul di koran Haluan waktu itu sempat di Apresiasi oleh orang lain.
Saya tahunya saat ada teman yang bilang kalau waktu itu puisi saya lagi dibacakan oleh adik2 yunior yang lagi ospek tuch. Wah bangga juga, padahal saya udah lupa ..karena menyerahkannya sekitar 2 bulan yang lalu. Setelah itu saya mengirim tulisan lagi ke koran yang sama, dan dimuat lagi sekitar 2 bulan setelah itu. Lama setelah itu tidak pernah menulis lagi ...Soalnya saya lebih suka mencurahkan isi pikiran lewat rapat/organisasi daripada menulis...he..he..Kecuali menulis skripsi dan membuat Karya Tulis Hemat Energi Tingkat Nasional dulu bersama seorang teman..Ha..ha.lucu dech ceritanya...
Kemudian beberapa tahun lalu, saya mengikuti Lomba Menulis Guru dan berhasil menjadi juara II, tingkat Sumbar. Lomba menulis tentang Bung Hatta, menjadi finalis tingkat nasional. Disamping itu ada artikel2 lain dan puisi yang saya kirimkan ke koran Singgalang dan bulletin SEHATI.
Bagi saya menulis merupakan suatu tantangan yang harus ditaklukkan. Banyak kemalasan di dalamnya. Apalagi kalau idenya sudah mentok. Bisa2 tulisan harus dipending untuk waktu yang lama...
Menulis memang harus bebas dari aturan2. Kecuali profesi seseorang sudah dituntut untuk menulis, seperti wartawan.
Sungguh luar biasa, bagi saya menulis layaknya seperti menjahit sebuah baju (persis seperti cita2 saya lainnya yang masih saya tekuni), pada awalnya kita tentukan baju apa yang mau dibuat, lalu dibikinkan polanya, digunting lalu ditemukan kembali potongan2nya , dijahit dengan rapi, ditambah dengan assessoris yang menarik dan jadilah sebuah baju. Sama halnya dengan menulis dan menjadi sebuah buku. Dibuat judulnya, dibuatkan outline (kerangkanya) lalu dipecah2 dan diuraikan satu persatu. lalu disatukan kembali, diedit, dipermanis dengan gambar2 dan cover yang pas, jadilah sebuah buku.
Menulis bagi seorang pendidik adalah wajib, seseorang dapat dihargai adalah lewat tulisan2nya. Karena ketika dia meninggal yang ditinggalkannya adalah hasil pemikirannya tersebut. Sedangkan trendnya sekarang, tulisan kita adalah branding kita. Ayo.. boleh pilih keduanya...
Sebenarnya untuk buku yang bersifat pegangan bagi siswa dan peserta training sudah ada 3 buah yang saya buat, diantaranya : Etika Profesional Sukses, Tehnik dan Skenario MC serta Character Building.
Untuk ketiga buku ini, saya edit dan padatkan menjadi satu naskah, sudah pernah saya berikan naskahnya ke salah satu penerbit di Bandung kira-kira 1 1/2 tahun yang lalu. Tapi belum ada tindak lanjutnya. Sementara itu ada juga salah satu penerbit di Jakarta yang menawarkan jasa publishingnya.
Walau dalam bahasan Edy Zaques mengatakan, para pengusaha sukses sering juga membuat buku dengan menggunakan pendamping penulis, atau sekretaris. Tapi bagi saya, saya mau yang orisinil dari A sampai Z adalah hasil karya sendiri. Seperti layaknya membuat skripsi: dari cari bahan, mengolah data, mengedit, mengetik, lay out, cover bahkan self publishing.
Bisa nggak ya..? Harus bisa...bikin skripsi aja bisa...bikin buku..kenapa tidak?
Ini termasuk situs favorit saya, mengingat sebagai motivator kita mesti dimotivasi juga kan ..he..he..
Apalagi membuat buku sudah termasuk cita-cita saya sejak 3 tahun lalu.
Walaupun saya sulit mengarang, tapi semasa SMP dulu saya sering menulis kata2 motivasi serta beberapa buah puisi.
Waktu kuliah dulu saya sempat menjadi Redaktur majalah Dinding di tahun II, dan menjadi Ketua Bidang Tiga Himpunan Mahasiswa Kimia yang menangani Humas, Mading dan Bursa (menjual alat2 Kimia) di tahun ketiga.
Karena memang sudah menjadi Pemimpin Redaksinya waktu itu. Otomatis saya harus menjadi teladan dong, kan malu kalau tidak bisa menulis..he..he..Puisi pertama saya muncul di koran Haluan waktu itu sempat di Apresiasi oleh orang lain.
Saya tahunya saat ada teman yang bilang kalau waktu itu puisi saya lagi dibacakan oleh adik2 yunior yang lagi ospek tuch. Wah bangga juga, padahal saya udah lupa ..karena menyerahkannya sekitar 2 bulan yang lalu. Setelah itu saya mengirim tulisan lagi ke koran yang sama, dan dimuat lagi sekitar 2 bulan setelah itu. Lama setelah itu tidak pernah menulis lagi ...Soalnya saya lebih suka mencurahkan isi pikiran lewat rapat/organisasi daripada menulis...he..he..Kecuali menulis skripsi dan membuat Karya Tulis Hemat Energi Tingkat Nasional dulu bersama seorang teman..Ha..ha.lucu dech ceritanya...
Kemudian beberapa tahun lalu, saya mengikuti Lomba Menulis Guru dan berhasil menjadi juara II, tingkat Sumbar. Lomba menulis tentang Bung Hatta, menjadi finalis tingkat nasional. Disamping itu ada artikel2 lain dan puisi yang saya kirimkan ke koran Singgalang dan bulletin SEHATI.
Bagi saya menulis merupakan suatu tantangan yang harus ditaklukkan. Banyak kemalasan di dalamnya. Apalagi kalau idenya sudah mentok. Bisa2 tulisan harus dipending untuk waktu yang lama...
Menulis memang harus bebas dari aturan2. Kecuali profesi seseorang sudah dituntut untuk menulis, seperti wartawan.
Sungguh luar biasa, bagi saya menulis layaknya seperti menjahit sebuah baju (persis seperti cita2 saya lainnya yang masih saya tekuni), pada awalnya kita tentukan baju apa yang mau dibuat, lalu dibikinkan polanya, digunting lalu ditemukan kembali potongan2nya , dijahit dengan rapi, ditambah dengan assessoris yang menarik dan jadilah sebuah baju. Sama halnya dengan menulis dan menjadi sebuah buku. Dibuat judulnya, dibuatkan outline (kerangkanya) lalu dipecah2 dan diuraikan satu persatu. lalu disatukan kembali, diedit, dipermanis dengan gambar2 dan cover yang pas, jadilah sebuah buku.
Menulis bagi seorang pendidik adalah wajib, seseorang dapat dihargai adalah lewat tulisan2nya. Karena ketika dia meninggal yang ditinggalkannya adalah hasil pemikirannya tersebut. Sedangkan trendnya sekarang, tulisan kita adalah branding kita. Ayo.. boleh pilih keduanya...
Sebenarnya untuk buku yang bersifat pegangan bagi siswa dan peserta training sudah ada 3 buah yang saya buat, diantaranya : Etika Profesional Sukses, Tehnik dan Skenario MC serta Character Building.
Untuk ketiga buku ini, saya edit dan padatkan menjadi satu naskah, sudah pernah saya berikan naskahnya ke salah satu penerbit di Bandung kira-kira 1 1/2 tahun yang lalu. Tapi belum ada tindak lanjutnya. Sementara itu ada juga salah satu penerbit di Jakarta yang menawarkan jasa publishingnya.
Walau dalam bahasan Edy Zaques mengatakan, para pengusaha sukses sering juga membuat buku dengan menggunakan pendamping penulis, atau sekretaris. Tapi bagi saya, saya mau yang orisinil dari A sampai Z adalah hasil karya sendiri. Seperti layaknya membuat skripsi: dari cari bahan, mengolah data, mengedit, mengetik, lay out, cover bahkan self publishing.
Bisa nggak ya..? Harus bisa...bikin skripsi aja bisa...bikin buku..kenapa tidak?
Sabtu, 06 Februari 2010
BiTV dengan Program Acara Baru
Banyak sekali tayangan televisi yang sangat kurang mendidik saat ini. Orang tua harus mempunyai otoriter yang jelas di dapan anak2nya. Jangan sampai menyuruh anak menjadi baik tapi orang tua tidak memulainya.
Jika memang sinetron itu tidak layak untuk dilihat, apakah itu busana pemainnya, etika bicaranya, pertengkaran, percintaan, dll, sudah seharusnya orangtua mengalihkan bahkan mematikan TVnya dan mengajak belajar bersama.
Kita lihat saja, berbagai macam sinetron hadir dalam konteks yang jauh dari kenyataan keseharian.
Pada umumnya masyarakat dibuai dengan mimpi2 tentang suatu tayangan yang mungkin saja dapat menjadi pelepas lelah, namun miskin dengan pembelajaran.
Contoh saja sinetron remaja yang sering menggunakan setting sekolah. Sungguh sangat mengejutkan, dimana sekolah hanya digambarkan sebagai tempat untuk bergaul, berpacaran, dan kadang digunakan tempat lahirnya berbagai konflik yang terjadi pada diri tokoh yang main di sinetron tersebut.
Guru terkadang digambarkan sebagai sosok yang lemah. Keberadaan guru sebagai pendidik hanya untuk meramaikan saja. Profesi guru kehilangan wibawa di hadapan murid dan yang lebih menggenaskan tokoh guru sering kali dijadikan bahan tertawaan. Citra pahlawan tanpa tanda jasa sepertinya sudah diabaikan.
Kehadiran seorang guru sudah mulai dilecehkan, lambang suatu bangsa yang menutup mata tentang kemajuan akhlak putra bangsa.
Kita sangat membutuhkan suatu tayangan yang memotivasi , seperti sinetron lama sosok Sangaji, dengan tutur kata yang sopan dan rendah hati, walau keadaan orangtuanya tidak mampu, namun semangatnya untuk menjadi anak yang baik dan cerdas tetap bisa ia lakukan disamping harus menjual buku sepulang sekolahnya.
Atau kita rindu dengan sosok Dokter Sartika yang bersahaja dan menyejukkan yang diperankan oleh Dewi Yull waktu dulu.
Kita berharap di masa sekarang yang menjunjung demokrasi ini..tetap menghargai beragam pendapat dan kebebasan berekspresi. Tapi kebebasan yang beretikalah yang mempunyai nilai tinggi, baik di mata manusia maupun di mata Tuhan .
Untuk itulah BiTV akan menghadirkan suatu program acara yang membuat kita semua dapat mempelajari etika yang benar mulai dari keseharian sampai ke lingkungan sosial. Tidak hanya itu kita akan mulai belajar bagaimana mengembangkan diri sekaligus mengembangkan profesi dengan cara yang benar.
Berisi tentang bahasan, peragaan, dan juga dialog interaktif dengan masyarakat serta diiringi musik.
Sebuah tayangan yang menarik yang patut kita simak di tengah2 keluarga. Semoga saja menjadi salah satu acara TV favorit di tengah banyaknya pilihan yang ada di depan mata.
Jika memang sinetron itu tidak layak untuk dilihat, apakah itu busana pemainnya, etika bicaranya, pertengkaran, percintaan, dll, sudah seharusnya orangtua mengalihkan bahkan mematikan TVnya dan mengajak belajar bersama.
Kita lihat saja, berbagai macam sinetron hadir dalam konteks yang jauh dari kenyataan keseharian.
Pada umumnya masyarakat dibuai dengan mimpi2 tentang suatu tayangan yang mungkin saja dapat menjadi pelepas lelah, namun miskin dengan pembelajaran.
Contoh saja sinetron remaja yang sering menggunakan setting sekolah. Sungguh sangat mengejutkan, dimana sekolah hanya digambarkan sebagai tempat untuk bergaul, berpacaran, dan kadang digunakan tempat lahirnya berbagai konflik yang terjadi pada diri tokoh yang main di sinetron tersebut.
Guru terkadang digambarkan sebagai sosok yang lemah. Keberadaan guru sebagai pendidik hanya untuk meramaikan saja. Profesi guru kehilangan wibawa di hadapan murid dan yang lebih menggenaskan tokoh guru sering kali dijadikan bahan tertawaan. Citra pahlawan tanpa tanda jasa sepertinya sudah diabaikan.
Kehadiran seorang guru sudah mulai dilecehkan, lambang suatu bangsa yang menutup mata tentang kemajuan akhlak putra bangsa.
Kita sangat membutuhkan suatu tayangan yang memotivasi , seperti sinetron lama sosok Sangaji, dengan tutur kata yang sopan dan rendah hati, walau keadaan orangtuanya tidak mampu, namun semangatnya untuk menjadi anak yang baik dan cerdas tetap bisa ia lakukan disamping harus menjual buku sepulang sekolahnya.
Atau kita rindu dengan sosok Dokter Sartika yang bersahaja dan menyejukkan yang diperankan oleh Dewi Yull waktu dulu.
Kita berharap di masa sekarang yang menjunjung demokrasi ini..tetap menghargai beragam pendapat dan kebebasan berekspresi. Tapi kebebasan yang beretikalah yang mempunyai nilai tinggi, baik di mata manusia maupun di mata Tuhan .
Untuk itulah BiTV akan menghadirkan suatu program acara yang membuat kita semua dapat mempelajari etika yang benar mulai dari keseharian sampai ke lingkungan sosial. Tidak hanya itu kita akan mulai belajar bagaimana mengembangkan diri sekaligus mengembangkan profesi dengan cara yang benar.
Berisi tentang bahasan, peragaan, dan juga dialog interaktif dengan masyarakat serta diiringi musik.
Sebuah tayangan yang menarik yang patut kita simak di tengah2 keluarga. Semoga saja menjadi salah satu acara TV favorit di tengah banyaknya pilihan yang ada di depan mata.
Kamis, 04 Februari 2010
Selasa, 02 Februari 2010
KASUS BANK CENTURY , LAMA AMAT......?
Sudah bosan juga kalau kita melihat bergulirnya pertanyaan2 yang dilakukan oleh DPR terhadap beberapa orang saksi dan pelaku dalam kasus tersebut.
Sementara rakyat yang merasa ditipu oleh pihak bank sudah resah dan nggak tahan lagi menunggu uang mereka kembali.
Ada lagi yang berkata bahwa harapan mereka kepada PANSUS kasus Century sudah sirna. Mereka semua hanya lagi main sinetron di bawah sebuah skenario besar yang ditonton oleh jutaan pasang mata yang durasi tayangnya berjam2. wah..seru juga tuch...
Yach..lama amat. Itu masih di DPR belum penyelesaian masalahnya di pengadilan atau konpensasi korban.
Masuk pengadilan, terus ada lagi tuntutan dari jaksa, kemudian pembelaan dari pengacara...wah bisa kelar 1 tahun nich...trus uangnya manaaaa.....
Begitulah proses perjalanan hukum di Indonesia, yang jelas2 salah bisa aja jadi bebas, yang salahnya besar jadi kecil, yang salahnya kecil jadi besar. Tergantung kekuasaan dan uang kayaknya nich...
Trus apa yang kita dapat dari itu semua.
Nggak ada..saya lebih mau koreksi diri sendiri dan orang2 terdekat kita aja dech...cuma kita harus hati2 aja menjaga sikap laku...mulai dari sekarang.
Karena setiap orang besar pasti tantangannya juga besar, kalau bukan dia yang bikin kesalahan, atau anak buahnya yang melakukan kelalaian. Atau juga pihak musush yang mencari kesempatan..Hmmh..
Membiasakan yang benar dan bukan lagi membenarkan kebiasaan . Yuk..dari sekarang kita lakukan, tetaplah bersih...karena suatu saat orang pasti akan mencium bau busuk kita.
Karena perjalanan hidup masih panjang..."Hari ini adalah masa lalu dari masa depan kita". Untuk itu berbuat baiklah di masa lalu ini, supaya masa depanmu tidak akan pernah tersandung oleh apapun. Semoga
Sementara rakyat yang merasa ditipu oleh pihak bank sudah resah dan nggak tahan lagi menunggu uang mereka kembali.
Ada lagi yang berkata bahwa harapan mereka kepada PANSUS kasus Century sudah sirna. Mereka semua hanya lagi main sinetron di bawah sebuah skenario besar yang ditonton oleh jutaan pasang mata yang durasi tayangnya berjam2. wah..seru juga tuch...
Yach..lama amat. Itu masih di DPR belum penyelesaian masalahnya di pengadilan atau konpensasi korban.
Masuk pengadilan, terus ada lagi tuntutan dari jaksa, kemudian pembelaan dari pengacara...wah bisa kelar 1 tahun nich...trus uangnya manaaaa.....
Begitulah proses perjalanan hukum di Indonesia, yang jelas2 salah bisa aja jadi bebas, yang salahnya besar jadi kecil, yang salahnya kecil jadi besar. Tergantung kekuasaan dan uang kayaknya nich...
Trus apa yang kita dapat dari itu semua.
Nggak ada..saya lebih mau koreksi diri sendiri dan orang2 terdekat kita aja dech...cuma kita harus hati2 aja menjaga sikap laku...mulai dari sekarang.
Karena setiap orang besar pasti tantangannya juga besar, kalau bukan dia yang bikin kesalahan, atau anak buahnya yang melakukan kelalaian. Atau juga pihak musush yang mencari kesempatan..Hmmh..
Membiasakan yang benar dan bukan lagi membenarkan kebiasaan . Yuk..dari sekarang kita lakukan, tetaplah bersih...karena suatu saat orang pasti akan mencium bau busuk kita.
Karena perjalanan hidup masih panjang..."Hari ini adalah masa lalu dari masa depan kita". Untuk itu berbuat baiklah di masa lalu ini, supaya masa depanmu tidak akan pernah tersandung oleh apapun. Semoga
Langganan:
Postingan (Atom)





