INSTAGRAM

Tampilkan postingan dengan label Harapan dan Tantangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harapan dan Tantangan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 November 2015

Pelatihan Etika, Motivasi, Komunikasi, Pelayanan dan Kewirausahaan at Widyaloka

Bulan ini Lahevi Image Center memberi pelatihan Etika, Motivasi, Komunikasi, Pelayanan dan Kewirausahaan.
Buku Panduan : Kunci Praktis Profesional Sukses

Minggu, 25 Oktober 2015

Catatan berkesan dari seorang Dosen

Saat itu, pelatihan AA (Applied Approach) untuk para dosen. Seorang dosen narasumber membuat aku terkesan dengan kemampuannya memberikan materi, mengingatkanku pada sosok ibu Uni Djan "guru besarku dalam Public Speaking" energik, antusias, semangat, suara lantang,  tegas dan lucu.
Terkadang dia bergaya agak centil mencontohkan tingkah mahasiswa/i, seperti anak kecil dengan suara kecil yang lucu sekali, gemesin. 

"Sometimes she speaks English and German", berkisah tentang pengalaman  "ironi" tempat dia menimba ilmu dulu di Filipina dan Jerman, sedih tapi dibawakan dengan lucu. 

Tapi ada kalanya suaranya begitu tegas, lantang, bahkan membuat kita terharu. Dan suatu ketika suara itu melambat, menusuk naluri, seolah kita tidak bisa lagi menunggu untuk segera berlari, tanpa lihat kiri kanan lagi, waktunya sudah berjalan..dan hello...sekarang tahun 2015 lho, yang katanya AFTA itu. 

Nah dimana kita, hai bangsa  bukannya tenaga asing yang berbondong-bondong kesini?
Kita?..adakah bisa juga mencari kerja disana?
Dan semangatilah anak/mahasiswa kita yang sedang terlena, karena sebentar lagi tahun 2020, mereka nggak ada apa-apanya..dimana tanggung jawab kita..?

Ya..namanya ibu DR. Rahmi, dan motivasi itu Alhamdulillah  selalu kuberikan dalam berbagai forum dan kesempatan. 

Semoga saja kita tak pernah berhenti memacu diri, semoga sukses buat kita semua...Amin.

~ copied from my notes to my blog, sent via smartphone. 

Kamis, 03 November 2011

LAUNCHING BUKU KUNCI PRAKTIS PROFESIONAL SUKSES






Klik pada gambar untuk memperbesar :
 























STAIN BATUSANGKAR
















RRI PRO 2 FM Bukittinggi : Lebih dekat bersama LINDA HEVIRA
Lecturer, Speaker, Trainer, Presenter dan Penulis Buku Kunci Praktis Profesional Sukses
Bagi yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan  buku Kunci Praktis Profesional Sukses.








Dapatkan juga bukunya di :
Bukittinggi : TB Gramedia , NIAGARA SWALAYAN Lantai III
    Payakumbuh : NIAGARA SWALAYAN Lantai II

Undang kita juga untuk menjadi Narasumbernya ya..? Thank You...

Sabtu, 18 Juni 2011

BUNG HATTA DALAM BINGKAI SEJARAH, SOSOK TELADAN PEMIMPIN BANGSA

oleh : Linda Hevira

 ”.......
Bumi tak pernah menyudahi membuka tangan bagi perjuanganmu
meski sejarah bagai debu yang melekat di sayap burung
dan engkau menjadikan kemerdekaan negeri begitu berarti
bagi generasi kami yang tengah belajar menulis dan membaca

Engkau adalah buku, berbab-bab dalam zaman yang tak pernah habis.
            cahaya siang yang selalu ada di tengah malam
            seperti air yang mengalir dari bukit yang tinggi,
            engkau tak ingin menjadi awan di langit,
            engkau justru turun ke lembah yang paling rendah, 
menyalami rumput-rumput yang tergusur dari kehidupan duniawi
            ..........”
           
            Membaca dua bait puisi karangan Endang Supriadi , memberikan makna yang sangat dalam bagi kita semua. Di negara yang miskin teladan kepemimpinan ini sepertinya tak sanggup lagi untuk berharap hadirnya pemimpin-pemimpin baru yang “berani” memperjuangkan hati nurani.
Di tengah tantangan zaman dan rutinitas kehidupan yang semakin berat serta  munculnya krisis multidimensi  dimana-mana, pengenalan terhadap sosok Bung Hatta baik melalui "buku, puisi, dan lagu" adalah siraman air sejuk yang mendamaikan kegersangan jiwa kita akan kerinduan terhadap sosok pemimpin idola.
109 tahun yang lalu, pada tanggal 12 Agustus 1902 di Aur Tajungkang Tengah Sawah Bukittinggi, Sumatera Barat, lahirlah seorang Putra Minang, yang berasal dari sebuah keluarga, dimana ayahnya turunan ulama dan ibu turunan saudagar. Putra ini  diberi nama Mohammad Hatta. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya. Hatta kecil sudah menjadi yatim, ayahnya meninggal pada saat beliau berusia delapan bulan. Kepribadiannya yang bersinar telah nampak sejak dia kecil. Kedisiplinannya terhadap waktu menjadi penanda bagi masyarakat sekitarnya bahwa “Orang Bukittinggi tidak membutuhkan arloji, cukup melihat kapan Hatta pergi sekolah, pulang sekolah dan pergi mengaji”.
Sosok Bung Hatta adalah seorang yang taat beragama, disiplin dan tegas, tetapi tetap menghargai pendapat orang lain. Sejak duduk di MULO di kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan. Sejak tahun 1916, timbul perkumpulan-perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa. dan Jong Ambon. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond.
Beliau giat dalam pembentukan karakter dan mendidik kader-kader untuk disiplin terhadap waktu, mengatur keuangan dan pekerjaan. Ketika beliau memperjuangkan nasib rakyat Indonesia, walaupun berkali-kali dibuang dan diasingkan, para pengganti beliau tetap bisa melanjutkan perjuangan.
Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang rajin membaca buku apa saja, sehingga ilmunya tidak terbatas kepada ekonomi, sosial dan politik saja, tetapi juga banyak mempunyai buku sastra. Tak heran jika hiburannya adalah menenggelamkan diri berjam-jam di antara rak-rak buku. Koleksi bukunya amat banyak, dan siapapun yang meminjam harus meletakkan kembali ke tempat semula.
Selain membaca, beliau juga menjadi penulis dan memberikan pidato untuk membangkitkan semangat rakyat pada saat berkunjung ke daerah-daerah di wilayah Indonesia, bahkan berpidato mewakili Indonesia di luar negri. Ketegasan beliau juga dapat kita ketahui saat berpidato di depan rakyat sehingga membuat merah muka tentara Jepang.
Sebagai seorang penulis banyak buku-buku beliau yang telah diterbitkan. Tidak hanya di Indonesia, bahkan pemikiran-pemikiran beliau pada saat berada 11 tahun di Belanda diterbitkan oleh penerbit disana dan mendapatkan honor yang banyak pada waktu itu.  Dengan uang itu beliau beserta keluarga dapat naik haji dan menolak untuk memakai uang pemerintah. Alasannya karena beliau ingin ke Mekkah sebagai rakyat biasa sama seperti orang Islam lainnya.
Di zaman penjajahan Belanda, Bung Hatta berkali-kali mengalami penangkapan dan pembuangan oleh pemerintah Belanda, antara lain ke Tanah Merah, Digul, Banda Neira, kemudian ke Sukabumi, sebelum Belanda menyerah kepada Jepang tahun 1942.
Pada dasarnya penangkapan dan pembuangan Bung Hatta disebabkan oleh penolakannya atas bujukan Belanda untuk bekerja sama walaupun digaji dengan uang yang sangat besar.
Beliau juga adalah sosok yang tidak membedakan orang dalam disiplin waktu. Suatu saat seorang duta besar ingin bertemu dengan beliau. Namun pada hari dan waktu yang ditentukan, duta besar tersebut baru datang setelah ditunggu lebih dari 30 menit. Beliau tidak ingin lagi menemuinya dan duta besar itupun menjadi malu karena keterlambatannya
Bung Hatta adalah seorang sosok pemimpin yang semua ucapannya sesuai dengan tindakannya. Di saat beliau menjabat sebagai seorang Wakil Presiden, beliau tetap seorang Demokrat, teguh dan konsekuen dalam pemikirannya, serta jujur dan tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri. Kunjungan beliau hampir ke seluruh wilayah Indonesia tidak saja di kota-kota besar, namun beliau juga sampai ke tempat terpencil dan pedalaman, baik pada saat beliau menjadi Wakil Presiden ataupun tidak (karena mengundurkan diri sebab tidak sepaham dengan Bung Karno).
Suatu kisah yang perlu kita teladani sebagai putra bangsa adalah saat beliau diajak ke Digul untuk melihat kembali tempat pembuangan beliau. Beliau menolak untuk menerima uang saku dan meminta untuk disimpan dulu, karena uang tersebut adalah uang rakyat. Sampai disana, beliau melihat kondisi rakyat tersebut lebih menyedihkan dibanding waktu dulu. Banyak rakyat yang sakit karena daerah tersebut terpencil dan  susah dilewati. Karena harus melintasi sungai yang dihuni oleh buaya-buaya buas, terkadang bantuan obat-obatan tidak sampai kesana. Saat itu beliau berfikir untuk menyerahkan uang saku tersebut kepada penduduk disana sambil berkata : ”Ini adalah uang rakyat, sekarang sudah kembali ke tangan rakyat”.
Ketika menjadi seorang pengajar di beberapa Universitas seperti UGM, UI, UNPAD dan UNHAS, beliau menolak memakai fasilitas yang berbeda dengan dosen lainnya. Beliau juga pernah mengajar di Hawai selama 6 bulan, dan menguasai Bahasa Inggris, Belanda , Jerman dan Prancis.
Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang pemimpin sejati yang pikirannya selalu berorientasi pada rakyat. Banyak sekali tulisannya tentang perjuangan dan cita-cita Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Menurut beliau ”Rakyat adalah badan dan jiwa bangsa, dan rakyat itulah yang menjadi ukuran tinggi rendah derajat kita. Dengan rakyat kita akan naik dan dengan rakyat kita turun. Dan demokrasi dapat berjalan kalau diiringi dengan rasa tanggung jawab”.
 Sebagai bangsa Indonesa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya dalam mewujudkan Indonesai Merdeka, sudah sewajarnya bagi kita semua untuk membaca riwayat dan kisah perjuangan mereka. Tidak mudah Merdeka dari ratusan tahun dijajah secara ”fisik, mental maupun akal”. Kemerdekaan ini adaah Rahmat Tuhan yang Maha Kuasa. Usia kemerdekaan yang  ke-66 tahun ini, janganlah kita dustakan dan sia-siakan. Bung Hatta menginginkan rakyat Indonesia menjadi cerdas serta berperan di Bidang Ekonomi. Sebagai seorang Ekonom beliau mengatakan bahwa Koperasi lebih cocok untuk kemajuan perekonomian bangsa Indonesia.
            Selain itu hasil pemikiran beliau dapat kita lihat dalam Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 1 ayat 2, pasal 27 ayat 2, pasal 28, pasal 31, pasal 33 dan pasal 34. Cita-cita beliau ingin menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, seharusnyalah juga dipunyai oleh setiap pemimpin di negeri ini, dari tingkat paling rendah sampai yang paling tinggi. Pancasila yang memuat nilai-nilai kegamaan, kemanusiaan, persatuan bangsa, kerakyatan dan musyawarah serta berkeadilan sosial harus kita terapkan.
            Sebagai penghargaan terhadap jasa beliau, pada tanggal 15 Agustus 1972,  Presiden Soeharto menyampaikan anugerah negara berupa Tanda Kehormatan tertinggi kepada Bung Hatta yaitu "Bintang Republik Indonesia Kelas I" pada suatu upacara kenegaraan di Istana Negara
Pada tanggal 10 Februari 1975, beliau membuat surat wasiat yang membuat kita terharu yang berisi :
“Apabila saya meninggal dunia, saya ingin dikuburkan di Jakarta, tempat diproklamirkan Indonesia Merdeka. Saya tidak ingin dikubur di Makam Pahlawan (Kalibata). Saya hanya ingin dikuburkan di tempat kuburan rakyat biasa, yang nasibnya saya perjuangkan seumur hidup saya”.
Sang Proklamator menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 14 Maret 1980. Beliau meninggal di Jakarta dalam usia 77 tahun. Sesuai pesan beliau akhirnya beliau dikuburkan keesokan harinya di Tempat Pemakaman Umum, Tanah Kusir, Jakarta. Seiring dengan kepergian beliau sayup-sayup kita teringat tentang sepenggal lagu Iwan Fals :
 ”Hujan air mata dari pelosok negri
Saat melepas engkau pergi
Berjuta kepala tertunduk haru
Terlintas nama seorang sahabat
Yang tak lepas dari namamu…
Terbayang baktimu, terbayang jasamu
Terbayang jelas… jiwa sederhanamu
Bernisan bangga, berkapal doa .
Dari kami yang merindukan orang
Sepertimu”
Bung Hatta, satu abad telah berlalu sejak kepergianmu. Namun bangsa ini masih saja menghasilkan generasi yang kerdil. Setiap hari negara ini selalu memberitakan dan mempertontonkan citra pemimpin yang bejad, pemimpin yang lahirnya dielukan tapi berakhir dengan keserakahan, ketidakjujuran, kediktatoran dan ketidaktegasan. Namun Engkau beda, sosok pemimpin yang langka , tanpa cela. Hampir tidak ada ruang sedikitpun untuk mencari kekuranganmu. Mungkin saja Engkau sedang menangis dalam kemarahan menyaksikan bangsa ini. Pribadi bangsa yang ramah, gotong royong dan berbudaya, sudah mulai pupus sedikit demi sedikit. Serangan penjajah dalam bentuk lain telah masuk mengacak-acak negeri yang  sudah tergadai ini. Bukannya maju dalam hal pemikiran dan perbuatan, tapi malah mundur dalam peradaban. Ketika ada yang berjuang menegakkan keadilan, segera saja dia lenyap tak berbekas. Ketika banyak rakyat yang menjerit dan menderita dalam kemiskinan dan ketidakadilan, sementara itu  pemimpinnya masih sibuk saja beretorika. Ironis memang.
Sekarang Sang Proklamator telah tiada. Sang negarawan yang merakyat, sulit dicari tandingannya. Bung Hatta, Indonesia bangga mempunyai seorang pemimpin yang tegas, jujur, sederhana dan bijaksana sepertimu. Engkau merupakan sosok teladan dan inspirasi bagi rakyat Indonesia. Engkau tidak hanya kaya dengan ilmu, tapi juga kaya dengan hati dan berani dengan iman yang kuat. Kami rindu dengan sosok pemimpin yang mempunyai kepribadian  yang amanah dan fatanah sepertimu.
Kemerdekaan memang sudah kita capai, namun perjuangan tidak akan pernah selesai. Kami juga ingin mengisi setiap ”Nafas” Arti kemerdekaan yang telah engkau perjuangkan. Terkadang kami lupa, bahwa bangsa ini lahir dari penderitaan dan darah, beratus tahun dijajah, sehingga terlena di bawah panji kebesaran pahlawannya. Walau banyak generasi muda yang lahir dan berprestasi Internasional sepertimu, kami berharap semoga saja mereka juga berani memperjuangkan nasib bangsanya sendiri, dan tetap menjunjung harga diri. Meski di negri ini, kita masih punya sejuta pemuda dan pemimpin  yang mempunyai hati nurani. Semoga saja antara pemimpin dan rakyatnya merupakan suatu barisan yang dapat bekerja sama dan sama-sama bekerja, dalam membiasakan yang benar dan tidak lagi membenarkan kebiasaan.
Kita semua bisa bersatu dalam membentuk generasi penerus sekaligus pelurus bangsa, menjadi intelektual yang profesional dan memiliki emosional yang handal. Suatu peran yang amat mulia jika kita berada di dalamnya. SEMOGA.

             

Minggu, 14 Februari 2010

Membuat Buku Layaknya Membuat Sebuah Baju

Barusan saja saya selesai membaca tulisannya Edy Zaques..yang selalu memotivasi untuk menulis. Wow luar biasa. "Yang penting tulis aja dulu, coret2 saja, orang lain buat buku biasa2 saja, saya pun pasti bisa dll..."
Ini termasuk situs favorit saya, mengingat sebagai motivator kita mesti dimotivasi juga kan ..he..he..
Apalagi membuat buku sudah termasuk cita-cita saya sejak 3 tahun lalu.

Walaupun saya sulit mengarang, tapi semasa SMP dulu saya sering menulis kata2 motivasi serta beberapa buah puisi.
Waktu kuliah dulu saya sempat menjadi Redaktur majalah Dinding di tahun II, dan menjadi Ketua Bidang Tiga Himpunan Mahasiswa Kimia yang menangani Humas, Mading dan Bursa (menjual alat2 Kimia) di tahun ketiga.
Karena memang sudah menjadi Pemimpin Redaksinya waktu itu. Otomatis saya harus menjadi teladan dong, kan malu kalau tidak bisa menulis..he..he..Puisi pertama saya muncul di koran Haluan  waktu itu sempat di Apresiasi oleh orang lain.
Saya tahunya  saat ada teman yang bilang kalau waktu itu puisi saya lagi dibacakan oleh adik2 yunior yang lagi ospek tuch. Wah bangga juga, padahal saya udah lupa ..karena menyerahkannya sekitar 2 bulan yang lalu. Setelah itu saya  mengirim tulisan lagi ke koran yang sama, dan dimuat lagi sekitar 2 bulan setelah itu.  Lama setelah itu tidak pernah menulis lagi ...Soalnya saya lebih suka mencurahkan isi pikiran lewat rapat/organisasi daripada menulis...he..he..Kecuali menulis skripsi dan membuat Karya Tulis Hemat Energi Tingkat Nasional dulu bersama seorang teman..Ha..ha.lucu dech ceritanya...

Kemudian beberapa tahun lalu, saya mengikuti Lomba Menulis  Guru dan berhasil menjadi juara II, tingkat Sumbar. Lomba menulis tentang Bung Hatta, menjadi finalis tingkat nasional. Disamping itu ada artikel2 lain dan puisi yang saya kirimkan ke koran Singgalang dan bulletin SEHATI.
Bagi saya menulis merupakan suatu tantangan yang harus ditaklukkan. Banyak kemalasan di dalamnya. Apalagi kalau idenya sudah mentok. Bisa2 tulisan harus dipending untuk waktu yang lama...
Menulis memang harus bebas dari aturan2. Kecuali profesi seseorang sudah dituntut untuk menulis, seperti wartawan.

Sungguh luar biasa, bagi saya menulis  layaknya seperti menjahit sebuah baju (persis seperti cita2 saya lainnya yang masih saya tekuni), pada awalnya kita tentukan baju apa yang mau dibuat, lalu dibikinkan polanya, digunting lalu ditemukan kembali potongan2nya ,  dijahit dengan rapi, ditambah dengan assessoris yang menarik dan jadilah sebuah baju. Sama halnya dengan menulis dan menjadi sebuah buku. Dibuat judulnya, dibuatkan outline (kerangkanya) lalu dipecah2 dan diuraikan satu persatu. lalu disatukan kembali, diedit, dipermanis dengan gambar2 dan cover yang pas, jadilah sebuah buku.

Menulis bagi seorang pendidik adalah wajib, seseorang dapat dihargai adalah lewat tulisan2nya. Karena ketika dia meninggal yang ditinggalkannya adalah hasil pemikirannya tersebut. Sedangkan trendnya sekarang, tulisan kita adalah branding kita. Ayo.. boleh pilih keduanya...

Sebenarnya untuk buku yang bersifat  pegangan bagi siswa dan peserta training sudah ada 3 buah yang saya buat, diantaranya : Etika Profesional Sukses, Tehnik dan Skenario MC serta Character Building.
Untuk ketiga buku ini, saya edit dan padatkan menjadi satu naskah, sudah pernah saya berikan naskahnya ke salah satu penerbit di Bandung kira-kira 1 1/2 tahun yang lalu. Tapi belum ada tindak lanjutnya. Sementara itu ada juga salah satu penerbit di Jakarta yang menawarkan jasa publishingnya.

Walau dalam bahasan Edy Zaques mengatakan, para pengusaha sukses sering juga membuat buku dengan menggunakan  pendamping penulis, atau sekretaris. Tapi bagi saya, saya mau yang orisinil dari A sampai Z adalah hasil karya sendiri. Seperti layaknya membuat skripsi: dari cari bahan, mengolah data, mengedit, mengetik,  lay out, cover bahkan self publishing.
Bisa nggak ya..? Harus bisa...bikin skripsi aja bisa...bikin buku..kenapa tidak?

Sabtu, 06 Februari 2010

BiTV dengan Program Acara Baru

Banyak sekali tayangan televisi yang sangat kurang mendidik saat ini. Orang tua harus mempunyai otoriter yang jelas di dapan anak2nya. Jangan sampai menyuruh anak menjadi baik tapi orang tua tidak memulainya.
Jika memang sinetron itu tidak layak untuk dilihat, apakah itu busana pemainnya, etika bicaranya, pertengkaran, percintaan, dll, sudah seharusnya orangtua mengalihkan bahkan mematikan TVnya dan mengajak belajar bersama.
Kita lihat saja, berbagai macam sinetron hadir dalam konteks yang jauh dari kenyataan keseharian.
Pada umumnya masyarakat dibuai dengan mimpi2 tentang suatu tayangan yang mungkin saja dapat menjadi pelepas lelah, namun miskin dengan pembelajaran.
Contoh saja sinetron remaja yang sering menggunakan setting sekolah. Sungguh sangat mengejutkan, dimana sekolah hanya digambarkan sebagai tempat untuk bergaul, berpacaran, dan kadang digunakan tempat lahirnya berbagai konflik yang terjadi pada diri tokoh yang main di sinetron tersebut.
Guru terkadang digambarkan sebagai sosok yang lemah. Keberadaan guru sebagai pendidik hanya untuk meramaikan saja.  Profesi guru kehilangan wibawa di hadapan murid dan yang lebih menggenaskan tokoh guru sering kali  dijadikan bahan tertawaan. Citra pahlawan tanpa tanda jasa sepertinya sudah diabaikan.
Kehadiran seorang guru sudah mulai dilecehkan, lambang suatu bangsa yang menutup mata tentang kemajuan akhlak putra bangsa.
Kita sangat membutuhkan suatu tayangan yang memotivasi , seperti sinetron lama sosok Sangaji, dengan tutur kata yang sopan dan rendah hati, walau keadaan orangtuanya tidak mampu, namun semangatnya untuk menjadi anak yang baik dan cerdas tetap bisa ia lakukan disamping harus menjual buku sepulang sekolahnya.
Atau kita rindu dengan sosok Dokter Sartika yang bersahaja dan menyejukkan yang diperankan oleh Dewi Yull waktu dulu.
Kita berharap di masa sekarang yang menjunjung demokrasi ini..tetap menghargai beragam pendapat dan kebebasan berekspresi. Tapi kebebasan yang beretikalah yang mempunyai nilai tinggi, baik di mata manusia maupun di mata Tuhan .
Untuk itulah BiTV akan menghadirkan suatu program acara yang membuat kita semua dapat mempelajari etika yang benar mulai dari keseharian sampai ke lingkungan sosial. Tidak hanya itu kita akan mulai belajar bagaimana mengembangkan diri sekaligus mengembangkan profesi dengan cara yang benar.
Berisi tentang bahasan, peragaan, dan juga dialog interaktif dengan masyarakat serta diiringi musik.
Sebuah tayangan yang menarik yang patut kita simak di tengah2 keluarga. Semoga saja menjadi salah satu acara TV favorit di tengah banyaknya pilihan yang ada di depan mata.

Selasa, 02 Februari 2010

KASUS BANK CENTURY , LAMA AMAT......?

Sudah bosan juga kalau kita melihat bergulirnya pertanyaan2 yang dilakukan oleh DPR terhadap beberapa orang saksi dan pelaku dalam kasus tersebut.
Sementara rakyat yang merasa ditipu oleh pihak bank sudah resah dan nggak tahan lagi menunggu uang mereka kembali.
Ada lagi yang berkata bahwa harapan mereka kepada PANSUS kasus Century sudah sirna. Mereka semua hanya lagi main sinetron di bawah sebuah skenario besar yang ditonton oleh jutaan pasang mata yang durasi tayangnya berjam2.  wah..seru juga tuch...
Yach..lama amat. Itu masih di DPR belum penyelesaian masalahnya di pengadilan atau konpensasi korban.
Masuk pengadilan, terus ada lagi tuntutan dari jaksa, kemudian pembelaan dari pengacara...wah bisa kelar 1 tahun nich...trus uangnya manaaaa.....
Begitulah proses perjalanan hukum di Indonesia, yang jelas2 salah bisa aja jadi bebas, yang salahnya besar jadi kecil, yang salahnya kecil jadi besar. Tergantung kekuasaan dan uang kayaknya nich...
Trus apa yang kita dapat dari itu semua.
Nggak ada..saya lebih mau koreksi diri sendiri dan orang2 terdekat kita aja dech...cuma kita harus hati2 aja menjaga sikap laku...mulai dari sekarang.
Karena setiap orang besar pasti tantangannya juga besar, kalau bukan dia yang bikin kesalahan, atau anak buahnya yang melakukan kelalaian. Atau juga pihak musush yang mencari kesempatan..Hmmh..
Membiasakan yang benar dan bukan lagi membenarkan kebiasaan . Yuk..dari sekarang kita lakukan, tetaplah bersih...karena suatu saat orang pasti akan mencium bau busuk kita.
Karena perjalanan hidup masih panjang..."Hari ini adalah masa lalu dari masa depan kita". Untuk itu berbuat baiklah di masa lalu ini, supaya masa depanmu tidak akan pernah tersandung oleh apapun. Semoga

Jumat, 13 November 2009

ANTARA TANTANGAN DAN HARAPAN

Berusaha untuk menjadi teladan tidaklah mudah. Tapi mengemban tugas sebagai Dosen Etika dan Kesekretariatan di Lembaga Bahasa Jepang INGG dan Dosen Etika Profesi di AMIK AKTAN memacu saya untuk bisa menggiring pola pikir pemuda Indonesia khususnya Bukittinggi Sumatera Barat menjadi siswa yang kembali mengenal budayanya, mampu beretika serta taat beragama, yang tercermin lewat perkataan dan perbuatannya.

Ethica (Latin) adalah falsafah moral dan merupakan pedoman cara hidup yang benar, dilihat dari sudut budaya, agama dan susila.
Seiring dengan perkembangan tehnologi maka meningkat pula hubungan antar manusia baik secara Nasional maupun Internasional.
Pentingnya belajar etika dalam pergaulan dan dunia kerja membuat kita merasa percaya diri, disenangi dan dihormati karena memiliki tenggang rasa dan bisa menghargai SETIAP perbedaan.
Sebaliknya jika kita tidak memahami tentang etiket maka kita akan merasa rendah diri, serba salah, bahkan disangka over acting.

Banyak sekali yang harus dibenahi dari para pemuda. Dari cara berpakaian (dalam belajar etika ini saya mewajibkan yang perempuan memakai rok) lah kok orang Minang nggak punya rok sichh?, sedang yang laki2 tidak memakai anting, kalung atau gelang assessoris , bertutur (membiasakan ucapan maaf,tolong, terimakasih dll, sikap laku (mendengarkan, cara duduk dan berdiri yang baik), berbicara di depan umum pun dipelajari dalam mata kuliah ini. Penilaian yang meliputi 3 aspek, yaitu : kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotorik (praktek role play di depan kelas) adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan.

Hal pertama yang perlu dibenahi dari pelajaran apa saja, menurut saya adalah memberikan materi "Pengembangan Diri" dengan metode Who am I and Self Explorer, dimana semua siswa mengisi 20 buah kelebihan , 20 kesuksesan/prestasi, 20 buah kelemahan dan 20 buah cita2/harapan/keinginan mereka, dan "game" apa kesan pertama orang lain terhadap kita?

Tidak mudah mengisi kelebihan atau kesuksesan tersebut bagi mereka dibanding mengisi kelemahan. Padahal Prestasi disini maksudnya adalah sesuatu kesuksesan kecil yang kita punyai atau kita rasakan,walaupun menurut orang lain belum dikatakan prestasi...misal salah satu siswa saya (laki2) mengisi dengan cepat lalu kemudian membacakan ke depan, bahwa yang menjadi prestasinya adalah mencuci piring, memasak rendang, menyapu rumah, melipat kain dll. "Luar biasa...itulah yang saya inginkan...tidak mesti anda mendapat piala atau menjadi juara ini dan itu "...Baik trimakasih dan berikan tepuk tangan..."

Motivasinya adalah : Jangan dulu melihat orang lebih baik dari kita , walaupun yang kita buat itu sepele bagi orang lain..tapi bagi kita justru kelebihan...(dalam Islam itu yang dikatakan bersyukur).
Kemudian.... kelebihan yang kita punyai bisa saja berupa fisik, sifat, sikap maupun kinerja kita, dimata diri sendiri, teman, keluarga, guru, tetangga bahkan pacar sekalipun.

Pertanyaannya sekarang adalah...
Begitu sering kita terjebak dengan bayang2 orang lain yang lebih hebat dari kita, sementara kita tidak pernah mau menggali ke dalam...mengekplorasi apa lagi sich yang kita punya dari kelebihan kita...?

Jangan salah..walaupun sepele..tapi yakinlah...bahwa kelebihan2, prestasi2 tadi bisa kita hadirkan di depan mata kita saat mengalami rasa tidak percaya diri yang pernah hinggap dalam pikiran ketika berhadapan dengan orang hebat, atau pada saat harus berbicara di depan umum...

Nah..jika kita tidak pernah mau mencari kelebihan diri, justru lebih banyak mengisi kekurangan2 maka begitulah yang sering kita dapatkan...setiap harinya.
(Apa yang kamu pikirkan itulah yang kamu dapatkan).

Dan rasa tidak mampu itu pulalah yang sering tertanam di benak kita setiap kesempatan itu datang.
Sekarang jika anda dipersilahkan orang lain untuk maju ke depan..ucapkan "yach..baik..trimakasih..." lalu (SENANG, BERDIRI dan BERJALAN CEPAT)...
Bismillah..
Tipsnya adalah: Saat dipanggil ke depan senangkan hati anda, senyumlah, tegakkan badan, keraskan suara, atur body language. Hal ini penting...kalau anda cemas...orang yang mendengarkan akan cemas, jika anda grogi..maka yang mendengarpun jadi grogi...dan jika anda bicara dengan semangat maka yang mendengarpun akan yakin dengan ucapan anda.

Disamping itu, pelajaran yang sering ditanamkan adalah melatih mereka untuk datang tepat waktu, dan jika terlambat harus minta izin masuk dengan mengangkat tangan kanan setinggi bahu sambil mengatakan "Maaf Ibu...Desi terlambat"....kalau ada yang belum pas..ulangi lagi sampai betul...Pada bagian inilah siswa sering tertawa menyaksikan kekikukan teman2nya...

Lho..kok kelihatannya mempermalukan mereka ya..?
Oo..tidak...Karena kita sudah sepakat, jika anda salah akan saya tegur, tapi jika anda benar akan saya puji...dan itulah tugas saya disini. Sekarang tempatnya belajar, berarti saudara memang harus siap untuk siajarkan, kadang ada koreksi2 kecil itu biasa.
Ketika Kita terbiasa dipuji maka kita harus terbiasa pula untuk dikritik, tentunya dengan cara yang "baik, berikan pengertian bisa ditambah dengan fun...dan selalu berikan tepuk tangan" setiap siapa saja yang mau tampil ke depan.

Berapa sering kita lihat mahasiswa masuk nyelonong saja kalau dia terlambat, tapi disinilah tempat kita kembali "membiasakan yang benar, bukan lagi membenarkan kebiasaan" bahwa kalau memang salah harus ada pengakuan, sekalipun saya sendiri yang terlambat...
Bagi yang datang terlambat  setelah pelajaran dimulai harus berdiri dulu di depan, jika terlambat 10 menit maka berdirinya 10 menit. Terkadang banyak yang berjejer di depan. Tidak boleh bersandar atau ribut, tapi tetap berdiri tegak.
Kehadiran di lokal sangat penting sekali, bagaimana mungkin sikap mereka berubah jika tidak hadir dan tidak praktek ke depan. Jangan sampai nanti ketika ujian, justru lebih banyak yang datang, lho memangnya kemaren2 itu lho kemana aja..? Kecuali kuliahnya yang tidak perlu sering tatap muka seperti Universitas Terbuka. Iya kan..?
Bagi pelajaran2 seperti Etika Profesi, Budi Pekerti, ISD, Kewarganegaraan, Agama, Sejarah dll memang sering mengalami kendala. Intinya tergantung ketegasan kita.

Dan...Persoalan mana "yang hitam" mana "yang putih" harus jelas di mata mereka. Jangan sampai mereka menjadi pribadi yang abu2 dan tidak mempunyai pendirian yang kuat, sehingga mudah saja terjebak dengan permainan dunia...

Bagaimana cara mengatasi rasa percaya diri yang sudah kronis...? Tidak ada cara lain kecuali dengan mengapresiasi setiap siswa yang maju ke depan dengan memilih mereka yang acuh, ribut, pemalu atau tidak berani menatap .
Dalam setiap kali pertemuan, mereka selalu memainkan peran2 yang ada di dalam buku (Etika Profesional Sukses oleh Linda Hevira) atau latihan bicara di depan umum dengan memperbaiki cara berdirinya,duduk, berjalan, cara memegang buku, eye contact, gesture, movement dan body language, cara bertanya, cara menjawab, cara menginterupsi, cara mengatasi komplain, menjadi customer service, sekretaris, etika berkenalan, etika rapat, menjawab telpon, menjadi konsulting, press release, presentasi bisnis, kewirausahaan dan juga kasus2 Etika Profesi yang terjadi akibat kesalahan2 sendiri.

Saya berharap Mudah2an semua siswa dapat melakoninya dalam kehidupan sehari-hari dan sukses nantinya di dunia kerja , baik secara intelektual, profesional maupun mempunyai emosi yang handal...
Suatu peran yang amat mulia, jika kita bisa memotivasi mereka.
Semoga...

Minggu, 18 Oktober 2009

Harga $ebuah Ke$empatan


Hmmh..Sebuah tarikan nafas panjang..entah ..mungkin sudah puluhan kali aku hembuskan..
Pilu..sedih..Maha Besar Allah..
Ketika Allah berkehendak, maka tak ada satu orangpun yang mampu mencegahnya...
Gempa dan gempa lagi.
Sepanjang perjalanan dari Bukittinggi-Padang, banyak kulihat anak2 dan ibu2 korban gempa, akhirnya terpaksa menyodorkan kotak kardus, mengharap para pengguna jalan membantu beban hidup mereka.
Entah apa yang mereka rasakan.., kita tak setegar mereka..mungkin tak seberapa bantuan yang bisa kita berikan.
Semangat mereka untuk bangkit luar biasa. Ya Allah tolonglah mereka, beri mereka kekuatan untuk menjalani hidup ini.
Hampir setiap rumah di Sicincin, Lubuk Alung, Pariaman dan sekitarnya hancur, tidak bisa ditinggali bahkan menyatu dengan tanah.
Masing2 rumah mendirikan tenda seadanya,walau cuaca yang tak bersahabat di tengah musim penghujan yang datang sejak 2 bulan yang lalu, seolah ikut menyertai kepedihan yang dirasakan oleh para korban gempa saat itu.
Memasuki kota Padang...
Bangunan2 masih banyak yang utuh kulihat, namun ketika hampir menuju pusat kota, satu pemandangan memilukan kembali kulihat lagi.
Rumah2, Gedung2 perkantoran dan Kampus2 bertingkatpun tak luput dari hantaman gempa yang berskala 7,6 SR ini, terlebih ketika kita memasuki kawasan Tarandam, Sawahan, dan Pondok (kampung Cina) dan masih banyak lagi.
Banyak sekali ruko yang rata dengan tanah, gedung2 yang dindingnya bolong seperti terkena bom, retak, terbelah, tangga yang patah, plafon yang jatuh, tiang yang runtuh, bangunan yang miring, gedung yang berlantai 3 ambruk ke bawah, sehingga terlihat tinggal 1 atau 2 lantai saja. Sementara atapnya rubuh menghantam kendaraan yang parkir dibawahnya.
Inilah potret kota Padang sekarang, Kota yang sebagian besar familiku tinggal disini.
Walau denyut nadi kota sudah kembali berfungsi setelah 2 minggu yang lalu anfal, mati suri,disentak oleh tegangan tinggi, sekarang sudah mulai menggeliat lagi.
Namun walaupun begitu, gempa menyisakan duka yang mendalam dan harus segera diselesaikan oleh pemerintah maupun semua pihak. Seolah ikut merasakan kepedihan hati mereka...Masih nampak raut kesedihan, kegelisahan dan kecemasan di balik wajah2 mereka.
Ratusan ribu orang otomatis kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian... karena gedung tempat mereka bekerja hancur.
Bayangkan, untuk satu instansi saja mungkin ada 200an karyawan yang dirumahkan tanpa kepastian. Belum lagi karyawan2 hotel, rumah sakit swasta,showroom2, karyawan2 mall dan pasar grosir serta masih banyak lagi.
Tidak hanya tempat tinggal yang mereka pikirkan, buat kebutuhan harian, seperti biaya makan dan sekolah anak2 mereka yang harus dimulai dari nol lagi.
Sangat sedikit dari pemilik usaha yang mengasuransikan bangunannya, bahkan masih dalam status kredit.
Tak sedikit dari mereka yang frustasi bahkan masuk rumah sakit jiwa, ketika anak dan istrinya tewas seketika serta bisnisnya hancur tak bersisa.
Istilahnya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kaya dan miskin, semua merasakan dampak dari musibah ini. Angka pengangguran langsung naik drastis, masih bersyukur bagi mereka yang pegawai negri, karena dana pemerintah tetap ada buat mereka.
Lantas...bagaimana dengan pegawai swasta atau karyawan harian lainnya?
Ketika semua tenda di depan rumah mereka sudah berfungsi menjadi warung, di kota Padang yang terkenal Pandai Dagang ini, sudah penuh dengan pedagang dadakan.
Lalu kemana lagi sisanya, bagi mereka yang memang tak ada modal sedikitpun untuk berusaha?

Disanalah aku bisa melihat, begitu berharganya suatu kesempatan yang diberikan Tuhan...
Berkaca dari fenomena ini, membuat matakupun berkaca2.
Marilah kita jangan menyia2kan kesempatan.
Yach..Kesempatan ketika kita mendapat pekerjaan, sisakan hasilnya untuk ditabung ...
Kesempatan ketika kita masih sehat, gunakan untuk bekerja giat dan berinvestasi...
Kesempatan ketika kita diberi jabatan, gunakan untuk menaungi masyarakat ini, serta masih banyak lagi.
Saat ini, adalah ladang amal bagi kita yang telah diberikan kesempatan rizki dari Allah, maka berbagilah dan bantulah mereka.
Jika tak bisa dengan harta, mungkin dengan upaya mencarikan kerja, atau memberikan kesempatan untuk berusaha.
Satu Renungan yang harus segera dilaksanakan...
Ketika kita masih diberikan kesempatan...Apakah kita sudah mempergunakan sebaik2nya..
Semoga saja Allah membalasnya. Amin.

Rabu, 14 Oktober 2009

MASALAH...???

Masalah datang ketika, harapan tidak sesuai dengan kenyataan.
Misal, harapan kita punya nilai bagus, eh.,ternyata dapatnya jelek..
atau..Harapan kita, orang tua akan bicara lembut ke kita, eh..ternyata masih juga marah2.Dan banyak contoh lagi. Dengan dosen, dengan guru, dengan suami, dengan anak, dengan istri, mertua, menantu, dengan teman, dengan saudara, dengan tetangga, dengan atasan, dengan bawahan, dengan kerjaan...sebut apa saja...Selagi kita masih manusia, makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan sesamanya, pasti punya masalah dari lahir sampai mati.Dari bayi sampai kakek nenek..
Sejuta masalah selalu hadir di depan setiap orang silih berganti,bukan anda saja, syukuri dulu apa yang sudah anda dapat, dan geser sedikit harapan anda atau giatkan lagi usaha anda.
Latih hati anda untuk bisa beradaptasi dengan masalah...
Selama ini mungkin anda terlalu memaksakan orang lain untuk berubah, salah...
Justru latih hati anda untuk bisa memahami keadaan orang lain...karena bukan anda sendiri yang punya beban di atas dunia ini...
Pelajari orang2 yg punya masalah sama dengan anda tapi kok sukses juga.
Ayo keraslah pada diri anda...jangan cengeng dong..kan bukan bayi lagi...
Yakinlah setiap masalah itu harus kita lihat dari segi positifnya buat pengembangan diri kita,
Yang penting kita jgn mau dikendalikan oleh masalah, justru kitalah yg harus mengendalikannya.
Dalam hal ini kita memang harus AROGAN sedikit sama yg namanya masalah he..he..
Jangan larut.
Tipsnya adalah bertemanlah dengan org2 yg bersemangat dalam hidupnya, biar kita ikutan semangat atau dg org2 yg susah tapi tetap optimis, gali isi hatinya..Ok
Jangan menyerah..jangan menyerah ...jangan menyerah..ha..ha..(lagunya de massive OK banget tuch..)
See you again..Wassalam

Senin, 20 April 2009

Di Bawah Bayang-bayang Kartini

oleh Linda Hevira

Esok hari masih harus kujelang
Lambat terasa bergulir...
Waktu yang tak pernah menunggu
Membuatku terhenti , termangu

Kuterngiang sebuah riwayat sendu
Tentang seorang pahlawan wanita
Berjuang lewat tulisan dan pemikiran
karena terkurung dalam aturan
Sebuah kearoganan pemimpin zaman

Dari perjalanan panjang kaum perempuan
Akhirnya berhasil memposisikan diri di pemerintahan
Membuka mata semua insan
Bahwa wanita pun pantas untuk diperhitungkan

Namun semua itu tak cukup untuk diperbincangkan
dalam seminar, dialog dan tulisan-tulisan

Walau berada di bawah bayang-bayang Kartini
Cukuplah untuk menginspirasi
Tapi saatnya terbuka kini...
Seribu jalan untuk mempelopori
Sejuta Kartini yang berpotensi
di seluruh jagat alam raya ini.

Jangan hanya menunggu, mengeluh apalagi menuntut.
Mari berkarya perempuanku
makin banyak engkau berbuat
Makin banyak yang engkau dapat.
Karena orang yang tak banyak berbuat apa-apa
maka wajar saja mereka tak mendapatkan apa-apa.

Selasa, 10 Maret 2009

Saatnya kita sadar untuk Memilih

Ketika terlalu banyak partai bermunculan di saat-saat menjelang pemilu ini, tidak terbayangkan, berapa banyak uang berputar di seluruh Indonesia. Tak tanggung-tanggung, bermacam-macam publikasi dilakukan untuk dapat dikenal oleh masyarakat yang akan memilih. Dimulai dari media massa, TV, Radio, adu argumentasi, kampanye,iklan, selebaran, kartu nama, stiker dll. Dan untuk yang satu ini memang pemilik usaha di bidang sablon, digital printing serta media massa, menuai panennya di musim ini. Tak lupa kampanye lewat sms dan telpon pun dilakukan. Banyak caleg yang bermunculan dari orang yang berpunya sampai orang yang memang hanya penarik becak saja.
Tapi ironisnya, tak banyak pajak yang didapatkan oleh pemerintah daerah. Bendera dan photo bergelayutan dimana-mana, dari atap rumah, di ranting pohon, dan di setiap lampu merah, banyak saja wajah-wajah baru yang bermunculan, yang tentu saja menambah bingung para pemilih.
Memang tidak ada yang salah, jika harus mempublikasikan diri, karena itu memang hak mereka, tapi jangan salah, karena kita juga berhak untuk memilih caleg yang benar-benar sudah kita kenal "pribadinya, ucapannya, pemikirannya, jiwa sosialnya dan kinerjanya terhadap masyarakat yang memang sudah dibuktikan minimal 1 tahun yang lalu. Jangan hanya photo dan jabatan saja yang kita pertimbangkan, tapi kerja nyata yang menyentuh setiap sendi dan paham terhadap kebutuhan mendasar dari rakyat Indonesia yang sangat butuh pemimpin yang "down to earth" pada saat ini.
Nah, satu bulan inilah waktunya kita jeli mengamati siapa caleg itu, dan gunakan hak pilih kita. Jangan sampai kita menyerahkan saja kepemimpinan ini 5 tahun yang akan datang ke tangan-tangan caleg yang arogan, dan lebih mementingkan kepentingan Pribadi/ partai/golongan tertentu saja, bukan kepada kebutuhan masyarakat saat ini, yang ingin juga sejahtera seperti mereka yang berada di Kursi DPR/DPRD sana. Semoga.

Jumat, 16 Januari 2009

Ujian Etika Profesional di INGG Bukittinggi

Tanggal 12 Januari lalu, hari Selasa. Siswa INGG Bukittinggi yang terdiri dari Jurusan Jepkomnet(Jepang, Computer, Internet), Econet (English, Computer, Internet)dan Teknisi Komputer yang berjumlah hampir 90 orang, mengikuti Ujian Etika Profesional yang diajarkan oleh Sense/Mrs. Linda Hevira,S.Si yang meliputi materi :
Public Speaking, Public Relations, Etika Menerima dan Menelpon, Etika menyambut tamu, Tehnik menjawab Komplain, dan Etika Keseharian meliputi Action, Expression and Communication.
Sebelum ujian siswa diatur dan diberikan pengarahan bahwa ini adalah ujian semester, dan nanti nilai ini akan digabung dengan nilai tugas dan juga nilai psikomotorik yang dilakukan pada saat Role Play. JIka ada nantinya nilai E atau BL, berarti ada 2 kemungkinan : 1. Masih ada kewajiban yang belum dilengkapi atau
2. Absensi yang melebihi quota yang diberikan.
Sekalipun nantinya diberikan tugas untuk Remedial, tapi jelas saja tentunya tidak berhak mendapatkan nilai A, kalaupun itu nilai B diberikan tentunya itu sudah dipertimbangkan sebelumnya.
Karna bagaimana mungkin kehadiran yang tidak cukup bisa mengalahkan teman-teman yang loyal datang setiap kali pertemuan, karena mereka tentu mendapatkan nilai afektif dan psikomotorik saat hadir dalam belajar.
Karena nantinya siswa yang mendapatkan nilai A dan B akan mendapatkan sertifikat dari Uni Djan Training sebagai bukti yang harus dipertanggungjawabkan secara Etika dan Kepribadian sudah dibuktikan.
Sebelum ujian Ibu Linda juga mengambil nilai Kedisiplinan terhadap peraturan, yaitu memberi kode bagi siswa yang tidak memakai jas, dasi almamater kecuali bagi yang belum diberikan, dan satu hal lagi, siswa perempuan harus memakai rok, bukan celana panjang.Karena hal ini sudah sering ditegaskan setiap kali pertemuan dalam PBM, sebab bagaimana mungkin kita akan diterima oleh perusahaan , jika contoh kecil seperti penampilan dan atribut perusahaan yang mempengaruhi image tidak diperhatikan dengan baik.
Demikian saja pengamatan yang dilakukan dan setelah saya mencek jawaban-jawaban dari para siswa banyak yang menjawab dengan betul, karena ujian ini mengandalkan rasa dan etika yang baik dan sudah dipraktekkan ke depan, bukan semata hafalan.
Karena bicara Etika kita bicara tentang Rasa, kalau urang Minang bilang "tau jo raso jo pareso". Tau jo kato nan ampek , tahu ka naiak jo ka turun."
Semoga saja semua yang sudah diajarkan dapat dipraktekkan dimana saja dan kapan saja.
Sebuah tanggung jawab yang selalu ada, bagi setiap pendidik sekaligus pemotivasi generasi muda yang mulai luntur dari Etika dan Kepribadian yang mungkin sudah terlupa.Semoga saja dengan mata kuliah ini, para Siswa dapat percaya Diri dan bisa membawakan diri dimana saja mereka berada. Semoga.

Selasa, 29 Juli 2008

Dalam Kenanganmu IBU

Saatku terlahir ke dunia,
Sebelumnya aku
adalah bagian darimu ibu
Saatku mulai melihat
yang kulihat wajah ibu
Saatku mulai mendengar,
yang kudengar suara ibu
Saatku menangis
yang mengerti bahasaku
hanyalah ibu

Ibu..
Sungguh tak bisa kulupakan jasamu
Saat sekarangpun
Saatku menjadi seorang ibu
Baru kutahu
semua bebanmu
Yang selalu tulus ikhlas mendoakanku
Dan mendukung semua asaku

Saat ini..
Walau engkau
sudah berada jauh disana
Namun
yakinlah...
Semua ini..
Kupersembahkan
hanyalah ...
untukmu ibu

Mengenang 2 tahun berpulangnya Mama Tersayang "Vitrawaty) Juli 2008

Kamis, 03 Juli 2008

NIDN & Jabatan Fungsional

Jabatan Fungsional bagi seorang Dosen adalah merupakan SIM (Suirat Izin Mengajar) yang wajib di penuhi oleh staf pengajar yang namanya Dosen, karena 3 unsur Tri Darma Perguruan Tinggi sudah terpenuhi semua.

NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) ku 1002107401