Di Negara Apa Aku Ini..?
oleh : Linda Hevira
Ketika kejahatan sudah menjadi barang harian..
Ketika kebaikan mulai terabaikan..
Si baik makin menghilang..
Si buruk makin menjulang..
Kebiasaan baik tergilas zaman..
Kebiasaan buruk mulai menggantikan..
Hmm. ketika Pelacur dipermanis menjadi PSK
Sudah ketahuan berzina masih jadi Pembawa Acara..
Ketika UU Pornogarafi dan PornoAksi dibilang mengekang Hak Azazi..
Sungguh Ironi..
Hallo para Produser..masih banyak Artis dan Presenter baik di negeri ini..
Hallo KPI dan KPID..kok anda tidak punya nyali?
Ketika Maling Harta Rakyat dibilang Korupsi
Dari yang sudah ketahuan sampai yang masih dicari-cari.
Apakah hukuman mati pantas untuk dijajaki?
Ketika kumpul kebo dibilang hidup bersama...
dengan bangga masih hadir di layar kaca.
Dasar si Pembuat Berita..
Cari makan untuk anak dan keluarga..?
Ketika..dan ketika..
Masih banyak lagi yang sudah mulai tidak beretika..
Hmm..ketika buku tidak lagi menjadi bacaan..
Ketika sejarah mulai dilupakan..
Ketika guru tidak lagi diacuhkan..
Ketika orangtua sudah tidak didengarkan..
Dan tontonan TV serta Internet lebih mudah untuk mengajarkan..
Ketika Ayah atau Ibunya besmesraan tanpa ikatan..
Apalah yang lebih diperbuat nanti oleh anak mereka..?
Sungguh..
Ini memang Zaman Edan..
Wahai..para Pemimpin zaman..
Tak sadarkah engkau..
Bahwa semua ini harus dipertanggungjawabkan..
Lalu sekecil apapun peranmu sekarang ini..
Jika engkau memang pemimpin..
Maka pimpinlah diri dan keluargamu terlebih dulu..
Walau mengajak kebenaran itu memang tidak mudah..
Tapi mudah-mudahan kita mendapat Hidayah..
Tahu apa yang akan membawa musibah atau berkah..
Buat diri sendiri ataupun Negara ini..
Sungguh pekerjaan yang tak kenal lelah..
Maka marilah kita kembali ke Jalan Allah..
Amin..
Tampilkan postingan dengan label Etika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etika. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Desember 2011
Selasa, 21 Desember 2010
Rabu, 13 Januari 2010
Etika & Pelayanan di Perbankan
Minggu, 10 Januari 2010, Jadwal mengisi materi di STAIN Batusangkar untuk angkatan ke dua.Setelah 2 tahun lalu menjadi dosen Kimia untuk jurusan Matematika sebelum mereka mempunyai dosen tetap.
STAIN Batusangkar sudah sangat maju untuk ukuran daerah Sumatra Barat. Gedung yang mewah, fasilitas olahraga yang lengkap, pustaka yang luas dan lengkap dengan sistim komputerisasi dan on line, disamping itu juga secara berkala selalu didatangkan narasumber dan pakar ekonomi, politik, sosial, hukum, agama bahkan berskala internasional untuk kuliah umum. Luar biasa...
Saya sebagai narasumber ke dua waktu itu mulai pukul 13.00 siang hingga pukul 15.00. Suasana sehabis makan siang dan shalat, seperti biasa materi selalu diawali dengan pelajaran untuk mudah tersenyum ....cheese...
Bermula filosofi menjadikan diri sebagai MODEL/CONTOH/TELADAN harus dilakukan dimana saja sebagai pentasnya.
Awali dengan memperhatikan penampilan sebagai Front Cover, isi dengan Action, Expression & Communication .
Materi yang berjudul Etika dan Komunikasi di Perbankan sangat dibutuhkan bagi mereka karena akan ditempatkan pada sejumlah Bank Syari'ah, Bank Mu'amalah, BMT dll.
Dengan Role Play tehnik menelpon, menerima tamu dan bagaimana mengatasi keluhan pelanggan, semua siswa bersemangat, dan merasa puas. Dengan menganggap magang adalah tempatnya belajar, serta menjadikannya sebagai ajang start lebih awal.
Mudah2an motivasi serta etika pelayanan dan komunikasi yang masih kurang kita perhatikan harus lebih dipraktekkan. Jangan sampai semangat yang sudah membara mentah lagi hanya karena melihat orang lain tidak seenergik atau tidak seramah kita, jadinya kembali dech ke zaman prasejarah lagi...
Semoga semuanya sukses di dunia Perbankan.
STAIN Batusangkar sudah sangat maju untuk ukuran daerah Sumatra Barat. Gedung yang mewah, fasilitas olahraga yang lengkap, pustaka yang luas dan lengkap dengan sistim komputerisasi dan on line, disamping itu juga secara berkala selalu didatangkan narasumber dan pakar ekonomi, politik, sosial, hukum, agama bahkan berskala internasional untuk kuliah umum. Luar biasa...
Saya sebagai narasumber ke dua waktu itu mulai pukul 13.00 siang hingga pukul 15.00. Suasana sehabis makan siang dan shalat, seperti biasa materi selalu diawali dengan pelajaran untuk mudah tersenyum ....cheese...
Bermula filosofi menjadikan diri sebagai MODEL/CONTOH/TELADAN harus dilakukan dimana saja sebagai pentasnya.
Awali dengan memperhatikan penampilan sebagai Front Cover, isi dengan Action, Expression & Communication .
Materi yang berjudul Etika dan Komunikasi di Perbankan sangat dibutuhkan bagi mereka karena akan ditempatkan pada sejumlah Bank Syari'ah, Bank Mu'amalah, BMT dll.
Dengan Role Play tehnik menelpon, menerima tamu dan bagaimana mengatasi keluhan pelanggan, semua siswa bersemangat, dan merasa puas. Dengan menganggap magang adalah tempatnya belajar, serta menjadikannya sebagai ajang start lebih awal.
Mudah2an motivasi serta etika pelayanan dan komunikasi yang masih kurang kita perhatikan harus lebih dipraktekkan. Jangan sampai semangat yang sudah membara mentah lagi hanya karena melihat orang lain tidak seenergik atau tidak seramah kita, jadinya kembali dech ke zaman prasejarah lagi...
Semoga semuanya sukses di dunia Perbankan.
Sabtu, 26 Desember 2009
ETIKA OH....ETIKA
Entah mengapa saya bosan dengan pemberitaan tentang perseteruan antara Luna Maya dengan Wartawan Infotainment.
Masalahnya bagi saya sudah jelas kedua2nya bertindak tidak tepat.
Persoalan mengenai tulisan Luna Maya adalah Ranah Privat atau Ranah Publik bagi saya itu semua tidak sepenuhnya benar.
Apapun itu kalau sumpah serapah tidak tepat sekali dituliskan dan diketahui oleh orang banyak, walaupun bagi beberapa pengamat mengatakan bahwa Twitter itu adalah ranah privat.
Bagi saya yang dikatakan ranah privat itu adalah keluarga dan orang2 yang paling dekat dengan kita.
Kalau yang namanya teman2 di situs jejaring seperti Facebook, Twitter atau apalah namanya lagi, sudah jelas itu merupakan ranah publik, wong utk membangun kekuatan juga digunakan cara tersebut kok.
Apa nggak salah nich..para nara sumber yang bicara.
Sedangkan bagi wartawan, tidak semuanya idealis dan mematuhi kode etik yang berlaku.
Tanggapan bahwa wartawan infotainment bukan jurnalis itu hanya utk pembersihan diri saja. Saya sering juga melihat ada wartawan berita yang membuat si yang punya nama atau acara terpaksa mengeluarkan uang untuk ucapan selamat atau liputan acara dsb.
Artinya setiap manusia memang harus menyadari ETIKA PROFESI masing2. Kalau ada yang melanggar itu hanya oknum yang tidak bisa disamaratakan, persis seperti cicak VS buaya yang juga tidak satupun saya dukung.
Hati2 dalam mendukung seseorang atau siapa saja, kadang2 kita agak subjektif hanya karena kita suka sama dia, terus menutup mata terhadap kesalahannya.
Semestinya kita harus adil melihat bahwa Ada oknum Polisi, Jaksa, Hakim, Dokter, Pejabat dll
Intinya kita harus bisa mengambil hikmah dari permasalahan yang terjadi. Artinya apapun yang akan kita katakan, pikirkan dan lakukan di depan publik harus dipertimbangkan berulang kali, karena akan banyak kamera di sekitar kita yang siap untuk menjatuhkan kita.
Kita juga harus hati2 dengan jebakan emosi yang sering dituliskan.
Kadang2 saya lebih suka menghapus kembali komentar saya di facebook daripada nanti dikomentari negatif atau bahkan disalahartikan oleh orang lain, kecuali kita sudah siap dengan apa kira2 tanggapan yang akan diterima nantinya dengan nada canda...
Masalahnya bagi saya sudah jelas kedua2nya bertindak tidak tepat.
Persoalan mengenai tulisan Luna Maya adalah Ranah Privat atau Ranah Publik bagi saya itu semua tidak sepenuhnya benar.
Apapun itu kalau sumpah serapah tidak tepat sekali dituliskan dan diketahui oleh orang banyak, walaupun bagi beberapa pengamat mengatakan bahwa Twitter itu adalah ranah privat.
Bagi saya yang dikatakan ranah privat itu adalah keluarga dan orang2 yang paling dekat dengan kita.
Kalau yang namanya teman2 di situs jejaring seperti Facebook, Twitter atau apalah namanya lagi, sudah jelas itu merupakan ranah publik, wong utk membangun kekuatan juga digunakan cara tersebut kok.
Apa nggak salah nich..para nara sumber yang bicara.
Sedangkan bagi wartawan, tidak semuanya idealis dan mematuhi kode etik yang berlaku.
Tanggapan bahwa wartawan infotainment bukan jurnalis itu hanya utk pembersihan diri saja. Saya sering juga melihat ada wartawan berita yang membuat si yang punya nama atau acara terpaksa mengeluarkan uang untuk ucapan selamat atau liputan acara dsb.
Artinya setiap manusia memang harus menyadari ETIKA PROFESI masing2. Kalau ada yang melanggar itu hanya oknum yang tidak bisa disamaratakan, persis seperti cicak VS buaya yang juga tidak satupun saya dukung.
Hati2 dalam mendukung seseorang atau siapa saja, kadang2 kita agak subjektif hanya karena kita suka sama dia, terus menutup mata terhadap kesalahannya.
Semestinya kita harus adil melihat bahwa Ada oknum Polisi, Jaksa, Hakim, Dokter, Pejabat dll
Intinya kita harus bisa mengambil hikmah dari permasalahan yang terjadi. Artinya apapun yang akan kita katakan, pikirkan dan lakukan di depan publik harus dipertimbangkan berulang kali, karena akan banyak kamera di sekitar kita yang siap untuk menjatuhkan kita.
Kita juga harus hati2 dengan jebakan emosi yang sering dituliskan.
Kadang2 saya lebih suka menghapus kembali komentar saya di facebook daripada nanti dikomentari negatif atau bahkan disalahartikan oleh orang lain, kecuali kita sudah siap dengan apa kira2 tanggapan yang akan diterima nantinya dengan nada canda...
Selasa, 17 November 2009
WARTA, WANITA dan FAKTA

Dengan berdalih bahwa setiap progam televisi yang ditayangkan tidak pernah lepas dari peran sponsor, supaya perusahan tetap hidup, karyawan tetap makan dan tentu saja di tengah perebutan kue iklan dengan stasiun TV lainnya, maka demi merebut perhatian massa, tidak jarang tayangan2 televisi bisa jadi tidak mendidik bagi para penontonnya.
Tapi kapankah sebuah idealisme hadir dan suatu pembelajaran positif yang mencerdaskan pemirsa, akan mampu menggeser setiap tayangan2 seperti: sinetron2 cemen, kekerasan, reality show yang direkayasa, kasus2 yang di blow up, narasumber2 yang aji mumpung, serta hiburan2 yang di luar norma kesopanan akan menghilang...
Tugas KPI sepertinya tidak bergema lagi, sebuah komisi yang dibentuk pemerintah dan dipilih oleh DPR dan DPRD tak banyak berbuat dalam hal ini.
DPR sendiri setelah menelorkan UU Pornografi, diam2 saja. Lalu di tengah pro dan kontra permasalahan tsb, masih ada juga orang yang dengan bangga mengatakan bahwa UU pornografi akan mengekang hak azazi manusia dalam hal seni...Wow...nggak kreatif amat...Kalau mencari uang dengan cara mengatasnamakan nafsu, selera pasar, kesenangan, hiburan dll tanpa mengindahkan norma dan agama...ya..itu sich semua orang bisa, mikir yang positif kenapa sich...
Di SALAH satu kesempatan talk show SAYA dengan seorang ustadzah, dari Bandung, beliau mengatakan bahwa sebuah negara akan dirahmati Allah jika pemimpinnya berani mencegah kemungkaran dengan powernya dan mengajak kebaikan dengan powernya...
Sepertinya untuk hal ini, saya akan salut dengan Bapak Fauzi Bahar walikota Padang .
Terjun ke lapangan saat gempa dan selalu memotivasi masyarakatnya lewat corong RRI sepanjang siang dan malam hari.
Berani menutup akses dan merazia kemaksiatan, langsung menegur ke lapangan pejabat2 yang malas serta mewajibkan semua pelajar menggunakan baju kurung di sekolah. Menyuruh menghafal dan menggemakan Asmaul Husna setiap harinya.., serta menyemarakkan dan belajar di mesjid pada bulan Ramadhan dan masih banyak lagi sepak terjangnya.
Luar biasa.....Walau memang ada pro dan kontranya...Kasihan ... di saat orang berbuat benar..ada aja orang yang nggak benar menjadi marah...Ironis memang..
Banyak sekali fenomena di bumi ini, demi sebuah popularitas, sebuah ketenaran, sebuah kekuasaan, sebuah kekayaan, orang akan selalu mencari sensasi dan melakukan apa saja.
Tanpa berfikir panjang, efek dari perbuatannya. Apakah orang tua akan malu,apa anak2 akan marah dan kecewa, teman2 akan mencibir dsb...terlebih lagi tidak pernah berfikir besok akan mati...A'uzubillahi min zaalik...
Satu hal lagi menurut ibu Euis Srimulyati, dalam dialog Wanita Membangun Negri di BiTV, beliau menjelaskan jika wanitanya baik, maka baik pulalah negara itu.
Dan untuk menjadi wanita yang baik..salah satu caranya adalah dengan menutup aurat..
(jika ia menutup aurat maka tertutup pulalah beberapa jalan kemaksiatan bagi dirinya)..Subhanallah... (tapi masih ada pro dan kontra mengenai hal ini, masing2 dg dalilnya sendiri2..) hmh...
Lalu bagaimana dengan orang yang mengatakan : Belum ada panggilan...
"Wah..salah besar..kan waktu kita lahir ke dunia...diadzankan dulu buat yang laki2, dan diqamatkan buat yang wanita..betul nggak..?"
Kalau nggak merasa dipanggil lha...Mau dipanggil pakai apa lagi sich...?
Kita butuh wanita yang mempunyai KEDAULATAN DIRI...tidak mudah terpengaruh oleh ini itu...(saya jadi ingat kata Uni Djan..: berapa banyak wanita yang mau saja DIPANCING...demi rasa cinta, rasa sayang, harta, takut kehilangan, takut ditertawakan, takut tidak dikenal, takut tidak makan, takut ....dll)
OK..saya tahu...stop menyalahkan orang lain, keluarga, anak2, teman, guru, orang tua dll. Saatnya mulai muhasabah diri...sejauh apa arti hidup ini...
Masih banyak yang perlu digali dalam diri..dan diekspresikan dengan cara yang benar..bukan merasa benar..
Saat ini saya sangat simpati dengan orang2 yang banyak berbuat tapi nggak banyak bicara, ia bicara lewat karya, semua yang akan dia tulis, yang akan dia sampaikan dan yang akan dia lakukan telah melalui seleksi batin ..apakah ini baik untuk dirinya dan orang lain atau tidak...
Artinya orang ini punya komitmen dengan diri dan hidupnya...serta bertanggung jawab terhadap apa yang yang pernah dia janjikan dan sampaikan...
Ada nggak ya..kalau ada saya langsung pilih dia...
Minggu, 01 November 2009
IMAGE dan BODY LANGUAGE
Perhatikanlah body language anda...
Penampilan bahasa tubuh sangat mempengaruhi image (citra diri) anda.
- Perhatikan bagaimana mata anda bereaksi begitu melihat sesuatu ...
- Bagaimana senyum anda keluar ketika ada teman yang sukses..
- Bagaimana postur tubuh anda ketika berdiri di depan umum (tegak, miring, malu2, tidak PD, takut, grogi dll...
- Bagaimana gerakan tangan anda saat berbicara, menggunakan tangan kiri atau kanan...
- Bagaimana ekspresi anda saat dipancing emosi oleh seseorang ...
- Bagaimana gerakan kepala, mata, ekspresi wajah anda ketika mendengar nasehat dari seseorang..
- Bagaimana anda tertawa terbahak2 di depan umum..
- Bagaimana intonasi suara anda saat bicara keras/lunak/sedang..
- Bagaimana anda sibuk sms-an/telpon-an/facebook-an tanpa minta izin dulu sama lawan bicara...
- Bagaimana anda menggaruk2, memencet2 jerawat, mencabut janggut, ngupil, makan sambil mengeluarkan bunyi ck..ck..ck.., menggigit2 kuku,menggigit pena, meludah di depan orang, sibuk mengatur jatuhnya rambut...dll
Rekam dan amati diri anda..
INGAT, BODY LANGUAGE ANDA adalah CERMINAN SIAPA ANDA...
Penampilan bahasa tubuh sangat mempengaruhi image (citra diri) anda.
- Perhatikan bagaimana mata anda bereaksi begitu melihat sesuatu ...
- Bagaimana senyum anda keluar ketika ada teman yang sukses..
- Bagaimana postur tubuh anda ketika berdiri di depan umum (tegak, miring, malu2, tidak PD, takut, grogi dll...
- Bagaimana gerakan tangan anda saat berbicara, menggunakan tangan kiri atau kanan...
- Bagaimana ekspresi anda saat dipancing emosi oleh seseorang ...
- Bagaimana gerakan kepala, mata, ekspresi wajah anda ketika mendengar nasehat dari seseorang..
- Bagaimana anda tertawa terbahak2 di depan umum..
- Bagaimana intonasi suara anda saat bicara keras/lunak/sedang..
- Bagaimana anda sibuk sms-an/telpon-an/facebook-an tanpa minta izin dulu sama lawan bicara...
- Bagaimana anda menggaruk2, memencet2 jerawat, mencabut janggut, ngupil, makan sambil mengeluarkan bunyi ck..ck..ck.., menggigit2 kuku,menggigit pena, meludah di depan orang, sibuk mengatur jatuhnya rambut...dll
Rekam dan amati diri anda..
INGAT, BODY LANGUAGE ANDA adalah CERMINAN SIAPA ANDA...
Rabu, 21 Oktober 2009
Tips Memimpin Sidang dengan Skala Besar.
Banyak orang takut saat dipercaya menjadi pimpinan sidang. Atau malah ada yang terlalu percaya diri untuk memimpin sidang, padahal ia tidak disukai oleh anggota yang lainnya.
Namun sungguhpun begitu, memimpin sidang adalah bagian dari Public Speaking Ability (Kemampuan Berbicara di Depan Umum) yang mana kita harus mencobanya, mungkin diawali saat diskusi, rapat2 kecil dsb.
Bagi anda yang belum mempunyai jam terbang dalam memimpin sidang, maka seringlah menghadiri rapat2 besar, dimana setiap peserta sidang adalah orang2 yang dengan kepentingan yang berbeda ingin suara dan pendapatnya didengar bahkan disetujui. Inilah yang harus kita kuasai. Padahal kita dibatasi oleh waktu. Ketrampilan menjadi moderator bahkan seperti polisi yang mengatur lalu lintas pun harus kita pelajari.
Berikut Tips2nya supaya sidang berjalan lancar dan sukses disamping sebelumnya berdoa kepada Allah.
1. Siapkan dulu point2 tata tertib sidang yang banyak, untuk mengantisipasi timbulnya masalah dalam sidang nanti. Toh, nanti juga akan disepakati atau tidak bersama2.
2. Pelajari segala kemungkinan interupsi.
3. Jangan sampai lupa mengetuk palu tanda satu buah tata tertib disetujui.
Jangan lupa pula untuk mencabut skor, jika sidang sudah dimulai kembali setelah istirahat.
4. Buat juga peraturan untuk reporter dan kamerawan agar tidak menghalangi jalannya sidang.
5. Gunakan kata-kata adinda, kakanda, saudaraku, mas, uda, mbak, uni, dll dengan santun, ambil simpati peserta sidang.
6. Buat peraturan untuk menonaktifkan HP, atau nada getar saja.
7. Pilih pimpinan sidang yang berwibawa, berkomitmen, mampu mengakomodir peserta sidang serta tegas dalam berbicara dan mengambil keputusan.
8. Alihkan pimpinan sidang jika sudah banyak kesalahan atau sudah lelah.
9. Seandainya ada yang mengganggu sidang, minta petugas untuk diamankan, bukan dikeluarkan.
10. Tentukan pembagian waktu yang pas untuk memusyawarahkan masing2 topik tertentu, kapan makan, kapan istirahat, kapan selesai satu topik pembahasan, dan ingatkan kembali kepada semua peserta.
11. Ingatkan peserta agar musyawarah yang dilakukan harus berdasarkan kelima sila dalam Pancasila dan norma2 kesusilaan dalam masyarakat.(Unsur Spritual, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan). Kejujuran dan nama besar bersama.
(Terkadang ada yang melempar pimpinan sidang dengan pena, asbak, botol minum, sepatu, bahkan kursi). Jika melanggar segera diamankan.
12. Ingatkan peserta untuk bicara dengan ringkas dan langsung kepada topik yang dimaksud.
TATA TERTIB PEMUNGUTAN SUARA dalam Sidang:
1. Jelaskan secara detil berapa orang peserta sidang yang resmi, berapa persen suara yang diakui saat pengambilan keputusan nanti, dan pastikan berapa orang dari quota tersebut.
2. Jangan sampai ada satu suarapun yang dihilangkan.
3. Saat akan melakukan pemungutan suara, sebutkan nama peserta, utusan dari daerah/instansi/bidang tertentu, cek dan potong ujung kartu peserta jika sudah dipanggil.
4. Untuk menjaga kemurnian suara, saat mengisi kartu suara tidak dibolehkan membawa pen camera, HP, Video dll, . Dan hanya menggunakan alat yang sudah disediakan oleh panitia.
5. Siapkan kamera/video sebagai dokumentasi atau untuk mengamati segala mungkin kecurangan.
By : Linda Hevira
Semoga sukses...
Namun sungguhpun begitu, memimpin sidang adalah bagian dari Public Speaking Ability (Kemampuan Berbicara di Depan Umum) yang mana kita harus mencobanya, mungkin diawali saat diskusi, rapat2 kecil dsb.
Bagi anda yang belum mempunyai jam terbang dalam memimpin sidang, maka seringlah menghadiri rapat2 besar, dimana setiap peserta sidang adalah orang2 yang dengan kepentingan yang berbeda ingin suara dan pendapatnya didengar bahkan disetujui. Inilah yang harus kita kuasai. Padahal kita dibatasi oleh waktu. Ketrampilan menjadi moderator bahkan seperti polisi yang mengatur lalu lintas pun harus kita pelajari.
Berikut Tips2nya supaya sidang berjalan lancar dan sukses disamping sebelumnya berdoa kepada Allah.
1. Siapkan dulu point2 tata tertib sidang yang banyak, untuk mengantisipasi timbulnya masalah dalam sidang nanti. Toh, nanti juga akan disepakati atau tidak bersama2.
2. Pelajari segala kemungkinan interupsi.
3. Jangan sampai lupa mengetuk palu tanda satu buah tata tertib disetujui.
Jangan lupa pula untuk mencabut skor, jika sidang sudah dimulai kembali setelah istirahat.
4. Buat juga peraturan untuk reporter dan kamerawan agar tidak menghalangi jalannya sidang.
5. Gunakan kata-kata adinda, kakanda, saudaraku, mas, uda, mbak, uni, dll dengan santun, ambil simpati peserta sidang.
6. Buat peraturan untuk menonaktifkan HP, atau nada getar saja.
7. Pilih pimpinan sidang yang berwibawa, berkomitmen, mampu mengakomodir peserta sidang serta tegas dalam berbicara dan mengambil keputusan.
8. Alihkan pimpinan sidang jika sudah banyak kesalahan atau sudah lelah.
9. Seandainya ada yang mengganggu sidang, minta petugas untuk diamankan, bukan dikeluarkan.
10. Tentukan pembagian waktu yang pas untuk memusyawarahkan masing2 topik tertentu, kapan makan, kapan istirahat, kapan selesai satu topik pembahasan, dan ingatkan kembali kepada semua peserta.
11. Ingatkan peserta agar musyawarah yang dilakukan harus berdasarkan kelima sila dalam Pancasila dan norma2 kesusilaan dalam masyarakat.(Unsur Spritual, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan). Kejujuran dan nama besar bersama.
(Terkadang ada yang melempar pimpinan sidang dengan pena, asbak, botol minum, sepatu, bahkan kursi). Jika melanggar segera diamankan.
12. Ingatkan peserta untuk bicara dengan ringkas dan langsung kepada topik yang dimaksud.
TATA TERTIB PEMUNGUTAN SUARA dalam Sidang:
1. Jelaskan secara detil berapa orang peserta sidang yang resmi, berapa persen suara yang diakui saat pengambilan keputusan nanti, dan pastikan berapa orang dari quota tersebut.
2. Jangan sampai ada satu suarapun yang dihilangkan.
3. Saat akan melakukan pemungutan suara, sebutkan nama peserta, utusan dari daerah/instansi/bidang tertentu, cek dan potong ujung kartu peserta jika sudah dipanggil.
4. Untuk menjaga kemurnian suara, saat mengisi kartu suara tidak dibolehkan membawa pen camera, HP, Video dll, . Dan hanya menggunakan alat yang sudah disediakan oleh panitia.
5. Siapkan kamera/video sebagai dokumentasi atau untuk mengamati segala mungkin kecurangan.
By : Linda Hevira
Semoga sukses...
Kamis, 14 Mei 2009
Minggu, 22 Maret 2009
Langganan:
Postingan (Atom)


