Rabu, 24 Agustus 2011
Jumat, 19 Agustus 2011
Menjahit Gorden Sendiri
Jadinya di bulan puasa seperti pada tahun-tahun sebelumnya, sepertinya hobby jahit menjahitku harus dipaksakan untuk dikeluarkan. Nah selain menjahit baju lebaran yang emang udah wajib, walaupun kalau aku mau Presenter di TV atau menjadi juri fashion atau baralek dll memang menjahit baju lebih aku maksimalkan biar lebih up to date gitu..he..he..
Sekarang ini, aku mau share juga nih hasil karyaku...yang lainnya
Menjahit Gorden Sendiri
Ini gorden yang keempat kalinya aku buat ya..dari yang standar di zaman dulu sampai pakai lame zaman sekarang. Ceritanya aku suka penasaran sama apasaja yang berbau fashion dan jahit menjahit, khususnya jahit lurus-lurus..he.he..Kalau lagi nonton TV pasti dech aku perhatikan bajunya...
JAdi sekarang aku mau bikin gorden yang budgetnya nggak mahal amat tapi hasil karya sendiri, ide dan kreatifitas sendiri..tapi masih kelihatan mahal he..he..
Menurut pengalaman aku membeli kain, untuk sementara aku tertarik dengan bahan mengkilat, karena lebih cendrung tahan lama, karena warnanya tidak mudah pudar tapi masih kelihatan baru terus.
Oke ..Silakan dibeli :
1. KAin gorden, bermotif atau polos.
Kalau lebarnya 2,8 m, itu bagusnya diambil memanjang saja, jadi pas dengan tinggi pintu. Beli 2,20 m dibagi dua buah untuk kiri dan kanan. Beli bahan yang jatuhnya bagus/tidak kaku.
Rumus beli kain: (lebar kusen pintu x 2 m) atau kali 2,5 m kalau mau lipitnya banyak.
Tapi kalau lebar kainnya 110, maka ambil panjang kain = tinggi pintu 2,8m . Jadi kalau untuk 1 pintu lebar kusen 90 cm. Butuh 5,6 m untuk 2 buah (kiri kanan) masing2 potong 2,8 m . Jadi lebar kain yang 110 dijadikan lipitnya.
2. Kain bahan organdi, lebar 2,8 m. Ambil memanjang untuk variasi.
3. Tassel
4. Tempat sangkutan tassel
5. Besi cristal, beli panjangnya selebar luar kusen ditambah 10 cm. (5 cm kiri, 5 cm kanan)
6. KAin keras sepanjang lipit gorden. untuk memasang bulatan diatasnya.
7. Benang warna senada. dan peralatan menjahit.
LAngkah selanjutnya :
1. Siapkan bahan
2. Obras pinggir kain
3. JAhit kain keras berlubang di bagian atas gorden
4. Jahit pinggir kain supaya rapi
5. Obras pinggir kain bahan organdi, ambil motifnya untuk variasi lebar 45 cm. .
6. Jahitkan ke bahan gorden tepat dibawah kain keras yang berlobang
7. Pasang pengait untuk mengatur jarak lipit
8. Gorden siap dipajang setelah penyangga besi dipasang
9. Pasang pengait dan tassel.
10. Ok dech..
Sekarang ini, aku mau share juga nih hasil karyaku...yang lainnya
Menjahit Gorden Sendiri
Ini gorden yang keempat kalinya aku buat ya..dari yang standar di zaman dulu sampai pakai lame zaman sekarang. Ceritanya aku suka penasaran sama apasaja yang berbau fashion dan jahit menjahit, khususnya jahit lurus-lurus..he.he..Kalau lagi nonton TV pasti dech aku perhatikan bajunya...
JAdi sekarang aku mau bikin gorden yang budgetnya nggak mahal amat tapi hasil karya sendiri, ide dan kreatifitas sendiri..tapi masih kelihatan mahal he..he..
Menurut pengalaman aku membeli kain, untuk sementara aku tertarik dengan bahan mengkilat, karena lebih cendrung tahan lama, karena warnanya tidak mudah pudar tapi masih kelihatan baru terus.
Oke ..Silakan dibeli :
1. KAin gorden, bermotif atau polos.
Kalau lebarnya 2,8 m, itu bagusnya diambil memanjang saja, jadi pas dengan tinggi pintu. Beli 2,20 m dibagi dua buah untuk kiri dan kanan. Beli bahan yang jatuhnya bagus/tidak kaku.
Rumus beli kain: (lebar kusen pintu x 2 m) atau kali 2,5 m kalau mau lipitnya banyak.
Tapi kalau lebar kainnya 110, maka ambil panjang kain = tinggi pintu 2,8m . Jadi kalau untuk 1 pintu lebar kusen 90 cm. Butuh 5,6 m untuk 2 buah (kiri kanan) masing2 potong 2,8 m . Jadi lebar kain yang 110 dijadikan lipitnya.
2. Kain bahan organdi, lebar 2,8 m. Ambil memanjang untuk variasi.
3. Tassel
4. Tempat sangkutan tassel
5. Besi cristal, beli panjangnya selebar luar kusen ditambah 10 cm. (5 cm kiri, 5 cm kanan)
6. KAin keras sepanjang lipit gorden. untuk memasang bulatan diatasnya.
7. Benang warna senada. dan peralatan menjahit.
LAngkah selanjutnya :
1. Siapkan bahan
2. Obras pinggir kain
3. JAhit kain keras berlubang di bagian atas gorden
4. Jahit pinggir kain supaya rapi
5. Obras pinggir kain bahan organdi, ambil motifnya untuk variasi lebar 45 cm. .
6. Jahitkan ke bahan gorden tepat dibawah kain keras yang berlobang
7. Pasang pengait untuk mengatur jarak lipit
8. Gorden siap dipajang setelah penyangga besi dipasang
9. Pasang pengait dan tassel.
10. Ok dech..
Demikianlah Cara Menjahit Gorden Sendiri, semoga bermanfaat ya..
Jumat, 12 Agustus 2011
Dalam Kenanganmu Ibu
"Awalnya ini adalah puisi untuk mengenang almarhumah ibuku..
Sudah lama ingin menjadikannya lagu.
tapi baru muncul inspirasi ketika ada pertemuan Penulis dan Penyair
ketika gitar lama mulai kuutak atik lagi...
Alhamdulillah ...Akhirnya jadi juga.. "
Saatku terlahir ke dunia,
Sebelumnya aku
adalah bagian darimu ibu
Saatku mulai melihat
yang kulihat wajah ibu
Saatku mulai mendengar,
yang kudengar suara ibu
Saatku mulai menangis
yang mengerti bahasaku
hanyalah ibu
Ibu..
Sungguh tak bisa kulupakan jasamu
Saat sekarangpun
Saatku menjadi seorang ibu
Baru kutahu
semua bebanmu
Yang selalu tulus ikhlas mendoakanku
Dan mendukung semua asaku
Saat ini..
Walau engkau
sudah berada jauh disana
Namun
yakinlah...
Semua ini..
Kupersembahkan
hanyalah ...
untukmu ibu
Mengenang 5 tahun berpulangnya Mama Tersayang "Vitrawaty
Sabtu, 18 Juni 2011
BUNG HATTA DALAM BINGKAI SEJARAH, SOSOK TELADAN PEMIMPIN BANGSA
Bumi tak pernah menyudahi membuka tangan bagi perjuanganmu
meski sejarah bagai debu yang melekat di sayap burung
dan engkau menjadikan kemerdekaan negeri begitu berarti
bagi generasi kami yang tengah belajar menulis dan membaca
Engkau adalah buku, berbab-bab dalam zaman yang tak pernah habis.
cahaya siang yang selalu ada di tengah malam
seperti air yang mengalir dari bukit yang tinggi,
engkau tak ingin menjadi awan di langit,
engkau justru turun ke lembah yang paling rendah,
menyalami rumput-rumput yang tergusur dari kehidupan duniawi
menyalami rumput-rumput yang tergusur dari kehidupan duniawi
..........”
Membaca dua bait puisi karangan Endang Supriadi , memberikan makna yang sangat dalam bagi kita semua. Di negara yang miskin teladan kepemimpinan ini sepertinya tak sanggup lagi untuk berharap hadirnya pemimpin-pemimpin baru yang “berani” memperjuangkan hati nurani.
Membaca dua bait puisi karangan Endang Supriadi , memberikan makna yang sangat dalam bagi kita semua. Di negara yang miskin teladan kepemimpinan ini sepertinya tak sanggup lagi untuk berharap hadirnya pemimpin-pemimpin baru yang “berani” memperjuangkan hati nurani.
Di tengah tantangan zaman dan rutinitas kehidupan yang semakin berat serta munculnya krisis multidimensi dimana-mana, pengenalan terhadap sosok Bung Hatta baik melalui "buku, puisi, dan lagu" adalah siraman air sejuk yang mendamaikan kegersangan jiwa kita akan kerinduan terhadap sosok pemimpin idola.
109 tahun yang lalu, pada tanggal 12 Agustus 1902 di Aur Tajungkang Tengah Sawah Bukittinggi, Sumatera Barat, lahirlah seorang Putra Minang, yang berasal dari sebuah keluarga, dimana ayahnya turunan ulama dan ibu turunan saudagar. Putra ini diberi nama Mohammad Hatta. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya. Hatta kecil sudah menjadi yatim, ayahnya meninggal pada saat beliau berusia delapan bulan. Kepribadiannya yang bersinar telah nampak sejak dia kecil. Kedisiplinannya terhadap waktu menjadi penanda bagi masyarakat sekitarnya bahwa “Orang Bukittinggi tidak membutuhkan arloji, cukup melihat kapan Hatta pergi sekolah, pulang sekolah dan pergi mengaji”.
Sosok Bung Hatta adalah seorang yang taat beragama, disiplin dan tegas, tetapi tetap menghargai pendapat orang lain. Sejak duduk di MULO di kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan. Sejak tahun 1916, timbul perkumpulan-perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa. dan Jong Ambon. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond.
Beliau giat dalam pembentukan karakter dan mendidik kader-kader untuk disiplin terhadap waktu, mengatur keuangan dan pekerjaan. Ketika beliau memperjuangkan nasib rakyat Indonesia, walaupun berkali-kali dibuang dan diasingkan, para pengganti beliau tetap bisa melanjutkan perjuangan.
Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang rajin membaca buku apa saja, sehingga ilmunya tidak terbatas kepada ekonomi, sosial dan politik saja, tetapi juga banyak mempunyai buku sastra. Tak heran jika hiburannya adalah menenggelamkan diri berjam-jam di antara rak-rak buku. Koleksi bukunya amat banyak, dan siapapun yang meminjam harus meletakkan kembali ke tempat semula.
Selain membaca, beliau juga menjadi penulis dan memberikan pidato untuk membangkitkan semangat rakyat pada saat berkunjung ke daerah-daerah di wilayah Indonesia, bahkan berpidato mewakili Indonesia di luar negri. Ketegasan beliau juga dapat kita ketahui saat berpidato di depan rakyat sehingga membuat merah muka tentara Jepang.
Sebagai seorang penulis banyak buku-buku beliau yang telah diterbitkan. Tidak hanya di Indonesia, bahkan pemikiran-pemikiran beliau pada saat berada 11 tahun di Belanda diterbitkan oleh penerbit disana dan mendapatkan honor yang banyak pada waktu itu. Dengan uang itu beliau beserta keluarga dapat naik haji dan menolak untuk memakai uang pemerintah. Alasannya karena beliau ingin ke Mekkah sebagai rakyat biasa sama seperti orang Islam lainnya.
Di zaman penjajahan Belanda, Bung Hatta berkali-kali mengalami penangkapan dan pembuangan oleh pemerintah Belanda, antara lain ke Tanah Merah, Digul, Banda Neira, kemudian ke Sukabumi, sebelum Belanda menyerah kepada Jepang tahun 1942.
Pada dasarnya penangkapan dan pembuangan Bung Hatta disebabkan oleh penolakannya atas bujukan Belanda untuk bekerja sama walaupun digaji dengan uang yang sangat besar.
Pada dasarnya penangkapan dan pembuangan Bung Hatta disebabkan oleh penolakannya atas bujukan Belanda untuk bekerja sama walaupun digaji dengan uang yang sangat besar.
Beliau juga adalah sosok yang tidak membedakan orang dalam disiplin waktu. Suatu saat seorang duta besar ingin bertemu dengan beliau. Namun pada hari dan waktu yang ditentukan, duta besar tersebut baru datang setelah ditunggu lebih dari 30 menit. Beliau tidak ingin lagi menemuinya dan duta besar itupun menjadi malu karena keterlambatannya
Bung Hatta adalah seorang sosok pemimpin yang semua ucapannya sesuai dengan tindakannya. Di saat beliau menjabat sebagai seorang Wakil Presiden, beliau tetap seorang Demokrat, teguh dan konsekuen dalam pemikirannya, serta jujur dan tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri. Kunjungan beliau hampir ke seluruh wilayah Indonesia tidak saja di kota-kota besar, namun beliau juga sampai ke tempat terpencil dan pedalaman, baik pada saat beliau menjadi Wakil Presiden ataupun tidak (karena mengundurkan diri sebab tidak sepaham dengan Bung Karno).
Suatu kisah yang perlu kita teladani sebagai putra bangsa adalah saat beliau diajak ke Digul untuk melihat kembali tempat pembuangan beliau. Beliau menolak untuk menerima uang saku dan meminta untuk disimpan dulu, karena uang tersebut adalah uang rakyat. Sampai disana, beliau melihat kondisi rakyat tersebut lebih menyedihkan dibanding waktu dulu. Banyak rakyat yang sakit karena daerah tersebut terpencil dan susah dilewati. Karena harus melintasi sungai yang dihuni oleh buaya-buaya buas, terkadang bantuan obat-obatan tidak sampai kesana. Saat itu beliau berfikir untuk menyerahkan uang saku tersebut kepada penduduk disana sambil berkata : ”Ini adalah uang rakyat, sekarang sudah kembali ke tangan rakyat”.
Ketika menjadi seorang pengajar di beberapa Universitas seperti UGM, UI, UNPAD dan UNHAS, beliau menolak memakai fasilitas yang berbeda dengan dosen lainnya. Beliau juga pernah mengajar di Hawai selama 6 bulan, dan menguasai Bahasa Inggris, Belanda , Jerman dan Prancis.
Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang pemimpin sejati yang pikirannya selalu berorientasi pada rakyat. Banyak sekali tulisannya tentang perjuangan dan cita-cita Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Menurut beliau ”Rakyat adalah badan dan jiwa bangsa, dan rakyat itulah yang menjadi ukuran tinggi rendah derajat kita. Dengan rakyat kita akan naik dan dengan rakyat kita turun. Dan demokrasi dapat berjalan kalau diiringi dengan rasa tanggung jawab”.
Sebagai bangsa Indonesa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya dalam mewujudkan Indonesai Merdeka, sudah sewajarnya bagi kita semua untuk membaca riwayat dan kisah perjuangan mereka. Tidak mudah Merdeka dari ratusan tahun dijajah secara ”fisik, mental maupun akal”. Kemerdekaan ini adaah Rahmat Tuhan yang Maha Kuasa. Usia kemerdekaan yang ke-66 tahun ini, janganlah kita dustakan dan sia-siakan. Bung Hatta menginginkan rakyat Indonesia menjadi cerdas serta berperan di Bidang Ekonomi. Sebagai seorang Ekonom beliau mengatakan bahwa Koperasi lebih cocok untuk kemajuan perekonomian bangsa Indonesia.
Selain itu hasil pemikiran beliau dapat kita lihat dalam Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 1 ayat 2, pasal 27 ayat 2, pasal 28, pasal 31, pasal 33 dan pasal 34. Cita-cita beliau ingin menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, seharusnyalah juga dipunyai oleh setiap pemimpin di negeri ini, dari tingkat paling rendah sampai yang paling tinggi. Pancasila yang memuat nilai-nilai kegamaan, kemanusiaan, persatuan bangsa, kerakyatan dan musyawarah serta berkeadilan sosial harus kita terapkan.
Sebagai penghargaan terhadap jasa beliau, pada tanggal 15 Agustus 1972, Presiden Soeharto menyampaikan anugerah negara berupa Tanda Kehormatan tertinggi kepada Bung Hatta yaitu "Bintang Republik Indonesia Kelas I" pada suatu upacara kenegaraan di Istana Negara
Pada tanggal 10 Februari 1975, beliau membuat surat wasiat yang membuat kita terharu yang berisi :
“Apabila saya meninggal dunia, saya ingin dikuburkan di Jakarta, tempat diproklamirkan Indonesia Merdeka. Saya tidak ingin dikubur di Makam Pahlawan (Kalibata). Saya hanya ingin dikuburkan di tempat kuburan rakyat biasa, yang nasibnya saya perjuangkan seumur hidup saya”.
Sang Proklamator menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 14 Maret 1980. Beliau meninggal di Jakarta dalam usia 77 tahun. Sesuai pesan beliau akhirnya beliau dikuburkan keesokan harinya di Tempat Pemakaman Umum, Tanah Kusir, Jakarta. Seiring dengan kepergian beliau sayup-sayup kita teringat tentang sepenggal lagu Iwan Fals :
”Hujan air mata dari pelosok negri
Saat melepas engkau pergi
Berjuta kepala tertunduk haru
Terlintas nama seorang sahabat
Yang tak lepas dari namamu…
Yang tak lepas dari namamu…
Terbayang baktimu, terbayang jasamu
Terbayang jelas… jiwa sederhanamu
Bernisan bangga, berkapal doa .
Terbayang jelas… jiwa sederhanamu
Bernisan bangga, berkapal doa .
Dari kami yang merindukan orang
Sepertimu”
Sepertimu”
Bung Hatta, satu abad telah berlalu sejak kepergianmu. Namun bangsa ini masih saja menghasilkan generasi yang kerdil. Setiap hari negara ini selalu memberitakan dan mempertontonkan citra pemimpin yang bejad, pemimpin yang lahirnya dielukan tapi berakhir dengan keserakahan, ketidakjujuran, kediktatoran dan ketidaktegasan. Namun Engkau beda, sosok pemimpin yang langka , tanpa cela. Hampir tidak ada ruang sedikitpun untuk mencari kekuranganmu. Mungkin saja Engkau sedang menangis dalam kemarahan menyaksikan bangsa ini. Pribadi bangsa yang ramah, gotong royong dan berbudaya, sudah mulai pupus sedikit demi sedikit. Serangan penjajah dalam bentuk lain telah masuk mengacak-acak negeri yang sudah tergadai ini. Bukannya maju dalam hal pemikiran dan perbuatan, tapi malah mundur dalam peradaban. Ketika ada yang berjuang menegakkan keadilan, segera saja dia lenyap tak berbekas. Ketika banyak rakyat yang menjerit dan menderita dalam kemiskinan dan ketidakadilan, sementara itu pemimpinnya masih sibuk saja beretorika. Ironis memang.
Sekarang Sang Proklamator telah tiada. Sang negarawan yang merakyat, sulit dicari tandingannya. Bung Hatta, Indonesia bangga mempunyai seorang pemimpin yang tegas, jujur, sederhana dan bijaksana sepertimu. Engkau merupakan sosok teladan dan inspirasi bagi rakyat Indonesia. Engkau tidak hanya kaya dengan ilmu, tapi juga kaya dengan hati dan berani dengan iman yang kuat. Kami rindu dengan sosok pemimpin yang mempunyai kepribadian yang amanah dan fatanah sepertimu.
Kemerdekaan memang sudah kita capai, namun perjuangan tidak akan pernah selesai. Kami juga ingin mengisi setiap ”Nafas” Arti kemerdekaan yang telah engkau perjuangkan. Terkadang kami lupa, bahwa bangsa ini lahir dari penderitaan dan darah, beratus tahun dijajah, sehingga terlena di bawah panji kebesaran pahlawannya. Walau banyak generasi muda yang lahir dan berprestasi Internasional sepertimu, kami berharap semoga saja mereka juga berani memperjuangkan nasib bangsanya sendiri, dan tetap menjunjung harga diri. Meski di negri ini, kita masih punya sejuta pemuda dan pemimpin yang mempunyai hati nurani. Semoga saja antara pemimpin dan rakyatnya merupakan suatu barisan yang dapat bekerja sama dan sama-sama bekerja, dalam membiasakan yang benar dan tidak lagi membenarkan kebiasaan.
Kita semua bisa bersatu dalam membentuk generasi penerus sekaligus pelurus bangsa, menjadi intelektual yang profesional dan memiliki emosional yang handal. Suatu peran yang amat mulia jika kita berada di dalamnya. SEMOGA.
Rabu, 04 Mei 2011
JADWAL SEMESTER GENAP 2011
Senin : Presenter Acara PESONA WANITA dan HOST ACARA CITRA DIRI LIVE at Bukittinggi Televisi
Selasa : Ngajar di AKPER NABILA Padang Panjang, Mata Kuliah : Biokimia
Rabu : Ngajar di STIKES FORT DE KOCK, Mata Kuliah : Kimia Keperawatan, Lokal A lalu Lokal B
Kamis : Editing Photo dan Video di Toko
Jumat : Tawaran MC Pernikahan , On Air LEGENDA di RRI Bukittinggi
Sabtu : Ngajar di STIKES FORT DE KOCK, Mata Kuliah : Kimia Keperawatan. Lokal Bekerja
Minggu : Ngajar PRIVAT MC , Pengembangan Diri dan Profesi. Group Bekerja lalu Group Pelajar .
Selasa : Ngajar di AKPER NABILA Padang Panjang, Mata Kuliah : Biokimia
Rabu : Ngajar di STIKES FORT DE KOCK, Mata Kuliah : Kimia Keperawatan, Lokal A lalu Lokal B
Kamis : Editing Photo dan Video di Toko
Jumat : Tawaran MC Pernikahan , On Air LEGENDA di RRI Bukittinggi
Sabtu : Ngajar di STIKES FORT DE KOCK, Mata Kuliah : Kimia Keperawatan. Lokal Bekerja
Minggu : Ngajar PRIVAT MC , Pengembangan Diri dan Profesi. Group Bekerja lalu Group Pelajar .
Rabu, 06 April 2011
AKPER NABILA 2011
Jawaban pertanyaan presentasi diterima paling lambat tanggal 7 Juni 2011, sebelum Ujian Akhir Semester.
STIKES FORT DE KOCK
TUGAS KIMIA KEPERAWATAN
- Sebutkan kegunaan dan contoh senyawa : alkohol, aldehid, keton, eter, ester, asam karboksilat, amina, amida bagi dunia kesehatan.
- Bagaimana peran viskositas dalam tubuh manusia.
- Sebutkan 5 buah Contoh pembuatan zat sintetik di laboratorium sebagai pengganti senyawa organik.
- Sebutkan 3 buah Contoh larutan elektrolit /ion di dalam tubuh, bagaimana cara tubuh mempertahankan kestabilan elektrolit dalam tubuh.
- Berapa gram NaOH yang dibutuhkan untuk membuat 100 ml larutan NaOH 0,1 N. dan Bagaimana membuat larutan NaCl 15 % w/v dalam labu ukur 100 ml.
Diserahkan tanggal 11 Juni 2011 sebelum pukul 12.00 siang. Atau
Dikirim via email : lindahevira@gmail.com sebelum tanggal 11 Juni 2011
Sabtu, 02 April 2011
Senin, 28 Maret 2011
Minggu, 09 Januari 2011
Selasa, 21 Desember 2010
Senin, 26 Juli 2010
Rabu, 30 Juni 2010
Mainan Baru
Di hari libur ini..ada waktu buat menjalankan hobby..edit photo dan video..
hmh..lagi blogwalking ketemu sama Photoscape, asyik jg nich..disamping photoshine yang udah tamat aku otak atik..he..he..
Soalnya kemarin2 itu kalau aku mengedit sukanya di Microsoft Point, soalnya di Adobe photoshop agak ribet..
Tapi kadang2 di adobe dulu untuk lasso, baru bawa ke Microsoft Point, save as JPEG..jadi dech..tulisan dan gambarnya seperti photo2 di http://citrakandiri.blogspot.com/
disamping itu filenya juga nggak perlu dikompress sdh kecil sendiri...walau ada smallphoto tapi..masih suka di MP jg..
Nah ini dia hasil photoscape cerita anakku habis sunatan saat liburan di rumah familli ..he..he..

hmh..lagi blogwalking ketemu sama Photoscape, asyik jg nich..disamping photoshine yang udah tamat aku otak atik..he..he..
Soalnya kemarin2 itu kalau aku mengedit sukanya di Microsoft Point, soalnya di Adobe photoshop agak ribet..
Tapi kadang2 di adobe dulu untuk lasso, baru bawa ke Microsoft Point, save as JPEG..jadi dech..tulisan dan gambarnya seperti photo2 di http://citrakandiri.blogspot.com/
disamping itu filenya juga nggak perlu dikompress sdh kecil sendiri...walau ada smallphoto tapi..masih suka di MP jg..
Nah ini dia hasil photoscape cerita anakku habis sunatan saat liburan di rumah familli ..he..he..
Senin, 07 Juni 2010
Rabu, 02 Juni 2010
Minggu, 30 Mei 2010
10 tahun Merajut Kebersamaan , IWABRI bertekad Menciptakan Keharmonisan Keluarga
Di tengah kompetensi dunia global saat ini, persaingan yang semakin tinggi.
Pekerjaan dan tuntutan profesional telah membuat kita sibukdengan rutinitas sehari2.
Peran seorang istri harus bisa memberikan pengertian yang lebih terhadap tugas suami.
Waktu yang dulu bisa bercengkrama bersama keluarga, sekarang mungkin agak berkurang..
Disamping pemindahtugasan yang selalu berlangsung dalam rentang waktu tertentu ke seluruh wilayah nusantara, yang memang tidak mudah untuk dilalui berada dalam lingkungan yang berbeda dan membutuhkan adaptasi yang tinggi. Tidak saja sebagai karyawan baru tetapi keluarga dan anak2 dan teman barunya .
Untuk itulah pengertian dan peran starategis dari seorang istri harus mampu memberikan aura positif terhadap setiap ritme kehidupan yang harus dilalui. Namun demikian, BRI tetap bertekad menciptakan Keharmonisan Keluarga..
Dalam memperingati HUT tersebut, rangkaian kegiatan sosial, anjang sana, bantuan ke panti asuhan, juga diberikan pelatihan singkat pencerahan oleh Ibu Linda Hevira, selain acara pisah sambut terhadap anggota dan juga ditutup dengan lomba menyanyi antar Cabang.
Semua anggota tampak bahagia, dengan perasaan puas...perjalanan masih panjang..mungkin waktu yang singkat ini tak banyak yang dapat disampaikan, tapi dalam buku Etika Profesional Sukses (oleh : Linda Hevira) , ibu2 lebih bisa belajar banyak dari sana. Terimakasih atas segala perhatian, mohon maaf bila ada yang tidak berkenan.
Selamat Sore dan Sampai Jumpa...demikian Linda Hevira menutup materinya.
25 Mei 2010...di SENDIK BRI Padang
Dalam rangkaian peringatan ulang tahun IWABRI dihadiri oleh Istri dan Karyawati PinCa SeSUMBAR juga PinWil.
Selain perpisahan dan penyambutan anggota yang baru pindah tugas, juga diisi dengan pemberian Materi :
Pencerahan oleh Linda Hevira, S.Si.

Penyerahan Cindera Mata oleh Istri PinWil kepada NaraSumber : Ibu Linda Hevira
Ibu2 ...Perkenalkan ini sahabat saya Bapak Aqua Dwipayana..seorang pakar Komunikasi, Pembicara Nasional dan juga Penulis Buku Best Seller serta teman saya Bapak Firdaus, seorang yang berpengalaman di Padang TV, Padang Ekspres dan juga di koran Sumbar bagUtara. Terimakasih sudah berbagi ilmu dengan saya Pak..
26 Mei 2010 di Kantor Cabang BRI Padang...Jl. Kartini
Sedang memberi pelatihan...
Etika dan Penampilan Profesional..termasuk Cara duduk, berdiri, berjalan, berkomunikasi dan bersosialisasi...
Waduh..terimakasih lagi atas cendera matanya ibu...Iil.(Unit Manager BRIngin Syariah)...tidak lupa juga pada Ibu Irda (telah sibuk mengkonfirmasi saya)..
Selamat jalan Ibu Citra (Bu Samsul)..Terimakasih atas pengabdiannya selama ini..dan Semoga ibu sukses di tempat yang Baru..BRI Palmerah Jakarta)...
Terimakasih semuanya...
Pekerjaan dan tuntutan profesional telah membuat kita sibukdengan rutinitas sehari2.
Peran seorang istri harus bisa memberikan pengertian yang lebih terhadap tugas suami.
Waktu yang dulu bisa bercengkrama bersama keluarga, sekarang mungkin agak berkurang..
Disamping pemindahtugasan yang selalu berlangsung dalam rentang waktu tertentu ke seluruh wilayah nusantara, yang memang tidak mudah untuk dilalui berada dalam lingkungan yang berbeda dan membutuhkan adaptasi yang tinggi. Tidak saja sebagai karyawan baru tetapi keluarga dan anak2 dan teman barunya .
Untuk itulah pengertian dan peran starategis dari seorang istri harus mampu memberikan aura positif terhadap setiap ritme kehidupan yang harus dilalui. Namun demikian, BRI tetap bertekad menciptakan Keharmonisan Keluarga..
Dalam memperingati HUT tersebut, rangkaian kegiatan sosial, anjang sana, bantuan ke panti asuhan, juga diberikan pelatihan singkat pencerahan oleh Ibu Linda Hevira, selain acara pisah sambut terhadap anggota dan juga ditutup dengan lomba menyanyi antar Cabang.
Semua anggota tampak bahagia, dengan perasaan puas...perjalanan masih panjang..mungkin waktu yang singkat ini tak banyak yang dapat disampaikan, tapi dalam buku Etika Profesional Sukses (oleh : Linda Hevira) , ibu2 lebih bisa belajar banyak dari sana. Terimakasih atas segala perhatian, mohon maaf bila ada yang tidak berkenan.
Selamat Sore dan Sampai Jumpa...demikian Linda Hevira menutup materinya.
25 Mei 2010...di SENDIK BRI Padang
Dalam rangkaian peringatan ulang tahun IWABRI dihadiri oleh Istri dan Karyawati PinCa SeSUMBAR juga PinWil.
Selain perpisahan dan penyambutan anggota yang baru pindah tugas, juga diisi dengan pemberian Materi :
Pencerahan oleh Linda Hevira, S.Si.
Penyerahan Cindera Mata oleh Istri PinWil kepada NaraSumber : Ibu Linda Hevira
Ibu2 ...Perkenalkan ini sahabat saya Bapak Aqua Dwipayana..seorang pakar Komunikasi, Pembicara Nasional dan juga Penulis Buku Best Seller serta teman saya Bapak Firdaus, seorang yang berpengalaman di Padang TV, Padang Ekspres dan juga di koran Sumbar bagUtara. Terimakasih sudah berbagi ilmu dengan saya Pak..
26 Mei 2010 di Kantor Cabang BRI Padang...Jl. Kartini
Sedang memberi pelatihan...
Etika dan Penampilan Profesional..termasuk Cara duduk, berdiri, berjalan, berkomunikasi dan bersosialisasi...
Waduh..terimakasih lagi atas cendera matanya ibu...Iil.(Unit Manager BRIngin Syariah)...tidak lupa juga pada Ibu Irda (telah sibuk mengkonfirmasi saya)..
Selamat jalan Ibu Citra (Bu Samsul)..Terimakasih atas pengabdiannya selama ini..dan Semoga ibu sukses di tempat yang Baru..BRI Palmerah Jakarta)...
Terimakasih semuanya...
Sabtu, 15 Mei 2010
The Power of The Purple "IWABA" Ikatan Wanita Perbankan
oleh : Linda Hevira
Berangkat dari Bukittinggi, takut nanti jalan di Silaing putus lagi. Makanya kita prepare lebih awal. Acara yang dimulai jam setengah tiga sore, dalam Rangka Enlighment and Empowerment anggota IWABA, Ikatan Istri dan Karyawan Bank (BI, Mandiri, BCA, BNI,BRI, BPD, NISP, Bukopin, Danamon dll...) yang berlangsung di Tee Box Cafe Padang...
Saat bertemu dengan panitia yang berada di lantai bawah, terasa hangat sekali, warna ungu yang sekarang lagi ngetrend berpadu serasi dikenakan oleh anggota IWABA. Baju kurung yang dihiasi bordir ungu dengan bawahan ungu, sangat manis sekali. Disanalah saya mulai kalimat pembuka saya dengan kata2 The Power of The Purple.
Suasana yang terasa akrab sore hari itu, dihujani dengan pertanyaan2 bagaimana cara mengembangkan diri dan profesi, sampai masalah penampilan dan trik tampil percaya diri serta trik menghadapi atasan dan teman yang kurang bersahabat. Sangat menarik sekali, setiap pertanyaan diladeni dengan baik dan jawaban yang sangat memuaskan. Karena acara dilangsungkan di tengah cafe, maka saking bersemangat dan nya, maka otomatis ada juga pihak pengunjung yang tertarik dengan topik bahasan kita.ha..ha...seru dech...mari...
Oh..ya..rencanya Bank BRI juga mengundang kita untuk memberikan pelatihan juga di Sendik BRI.
dan juga di Kantor Cabang BRI.
Mudah2an saja terlaksana dan berjalan sukses. Amin.
OK. Sekian dulu ya...karena saya lebih lancar bicara daripada menulis nich...Ceritanya dipersingkat aja ya? Mau siap2 ngajar di AMIK nich..para Generasi Muda Harapan Bangsa...semoga...
Kamis, 01 April 2010
Rabu, 31 Maret 2010
Potret Pendidikan yang Ketinggalan Zaman.
Hallo..mulai lagi nich nulisnya...habis muter2 ke blog motivasi nich..akhirnya udah dech...sambung lagi yuuk..
Benar juga tuch ternyata dalam menulis itu harus bebas dari rasa takut.
Takut dibilang sombong terhadap apa yang dituliskan terhadap keseharian kita, atau takut dibilang terlalu cengeng dalam hidup ini, takut dibilang sok tahu, takut dicap sok ngartis lah, narsislah .dllnya....
Terlepas dari itu semua sebagai seorang insan, semua orang pasti punya kelebihan dan kekurangan.
Dan tentu saja mempunyai pandangan tertentu tentang kehidupan.
Pandangan tersebut bisa jadi dilatarbelakangi oleh pengalaman, cerita, bacaan, nasehat, ataupun lingkungan.
Nah adalah sesuatu hal yang wajar ketika seseorang mempunyai pendapat yang berbeda satu dengan lainnya, asalkan disampaikan dengan cara yang benar.
Supaya kita lebih mempunyai wawasan yang luas adalah dengan menyerap informasi sebanyak2nya lewat membaca, mengalami, mendengarkan, dan setelah itu dianalisa lalu dituangkan kembali dalam bahasa sendiri melalui tulisan ataupun lisan .
Satu hal yang harus menjadi catatan penting dalam motivasi kali ini adalah, banyak kriktikan bahwa civitas akademika justu yang paling jarang menulis. Saya mungkin ingin menambahkan juga bahwa tidak hanya menulis yang kurang tetapi tindakan nyata dari apa yang mereka bisa lakukan kurang kelihatan.
Kita sering dibatasi dengan kata2, tunggu setelah saya tamat saya baru bisa berbuat. Tunggu setelah saya tamat saya baru masuk ini dan itu, wah telat dan kelamaan...
Belum tentu juga lho pas tamat kita bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kita.
Makanya dari sekarang kita sudah mulai membidik pasar, kemana langkah kita selanjutnya. Motivasi ini sangat dibutuhkan supaya tidak ada waktu yang sia2 dalam perjalanan pendidikan kita . Artinya walaupun kita masih di tahun pertama kuliah, mestinya udah kepikiran nanti link nya kemana, relasinya siapa2 saja, trus langkah awal penjajakan kemana dll. Dan tentu saja materi pembelajaran kita nggak selalu ada dalam buku2 pegangan diktat yang udah kadaluarsa lagi.
Dosen juga harus merevisi bahan ajarnya sesuai dengan kemajuan tehnologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Karena setiap detik ada saja hal terbaru yang muncul di dunia ini.
Metode pembelajaran melalui kasus2 tertentu, lebih menarik daripada hanya ceramah dan mencatat.
Sistem pembelajaran melalui audiovisual yang dikombinasikan dengan entertainment atau edutainment justru lebih bisa mengaktifkan otak kanan sebagai sumber kreatifitas.
Tuntutan seperti itulah yang harus disikapi oleh pihak pengelola kampus untuk memberikan fasilitas internet, infokus maupun sarana lainnya yang menunjang pembelajaran tersebut di setiap lokal.
Mungkin seorang guru tidak lagi membawa gambar ke dalam ruang kelas, tapi cukup menunjukkan gambar yang tepat di internet lalu menjelaskan bagian2 yang perlu diterangkan. Misalnya tumbuh2an atau organ tubuh manusia.
Walau kita harus hati2 juga bahwa tidak semua informasi yang ada di internet itu benar. Terkadang penulisan atau bahasa ejanya yang salah atau keterangan gambar yang tidak sesuai.
Namun untuk memperkaya wawasan dan melepaskan rasa keingintahuan dari siswa adalah merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dijelaskan.
Menyikapi ujian nasional yang telah dilaksanakan, sepertinya pembenahan besar2an harus dilakukan sebelum kita menuntut lebih kepada seorang siswa. Pembenahan sarana pendidikan, kualitas pengajar, cara mengajar dan materi ajar yang up to date mesti dipikirkan bersama2 dengan melibatkan semua pihak. Tidak hanya di jajaran petinggi saja, tapi lebih mendengarkan aspirasi dari tenaga pengajar langsung yang menjadi ujung tombak pendidikan.
Benar juga tuch ternyata dalam menulis itu harus bebas dari rasa takut.
Takut dibilang sombong terhadap apa yang dituliskan terhadap keseharian kita, atau takut dibilang terlalu cengeng dalam hidup ini, takut dibilang sok tahu, takut dicap sok ngartis lah, narsislah .dllnya....
Terlepas dari itu semua sebagai seorang insan, semua orang pasti punya kelebihan dan kekurangan.
Dan tentu saja mempunyai pandangan tertentu tentang kehidupan.
Pandangan tersebut bisa jadi dilatarbelakangi oleh pengalaman, cerita, bacaan, nasehat, ataupun lingkungan.
Nah adalah sesuatu hal yang wajar ketika seseorang mempunyai pendapat yang berbeda satu dengan lainnya, asalkan disampaikan dengan cara yang benar.
Supaya kita lebih mempunyai wawasan yang luas adalah dengan menyerap informasi sebanyak2nya lewat membaca, mengalami, mendengarkan, dan setelah itu dianalisa lalu dituangkan kembali dalam bahasa sendiri melalui tulisan ataupun lisan .
Satu hal yang harus menjadi catatan penting dalam motivasi kali ini adalah, banyak kriktikan bahwa civitas akademika justu yang paling jarang menulis. Saya mungkin ingin menambahkan juga bahwa tidak hanya menulis yang kurang tetapi tindakan nyata dari apa yang mereka bisa lakukan kurang kelihatan.
Kita sering dibatasi dengan kata2, tunggu setelah saya tamat saya baru bisa berbuat. Tunggu setelah saya tamat saya baru masuk ini dan itu, wah telat dan kelamaan...
Belum tentu juga lho pas tamat kita bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kita.
Makanya dari sekarang kita sudah mulai membidik pasar, kemana langkah kita selanjutnya. Motivasi ini sangat dibutuhkan supaya tidak ada waktu yang sia2 dalam perjalanan pendidikan kita . Artinya walaupun kita masih di tahun pertama kuliah, mestinya udah kepikiran nanti link nya kemana, relasinya siapa2 saja, trus langkah awal penjajakan kemana dll. Dan tentu saja materi pembelajaran kita nggak selalu ada dalam buku2 pegangan diktat yang udah kadaluarsa lagi.
Dosen juga harus merevisi bahan ajarnya sesuai dengan kemajuan tehnologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Karena setiap detik ada saja hal terbaru yang muncul di dunia ini.
Metode pembelajaran melalui kasus2 tertentu, lebih menarik daripada hanya ceramah dan mencatat.
Sistem pembelajaran melalui audiovisual yang dikombinasikan dengan entertainment atau edutainment justru lebih bisa mengaktifkan otak kanan sebagai sumber kreatifitas.
Tuntutan seperti itulah yang harus disikapi oleh pihak pengelola kampus untuk memberikan fasilitas internet, infokus maupun sarana lainnya yang menunjang pembelajaran tersebut di setiap lokal.
Mungkin seorang guru tidak lagi membawa gambar ke dalam ruang kelas, tapi cukup menunjukkan gambar yang tepat di internet lalu menjelaskan bagian2 yang perlu diterangkan. Misalnya tumbuh2an atau organ tubuh manusia.
Walau kita harus hati2 juga bahwa tidak semua informasi yang ada di internet itu benar. Terkadang penulisan atau bahasa ejanya yang salah atau keterangan gambar yang tidak sesuai.
Namun untuk memperkaya wawasan dan melepaskan rasa keingintahuan dari siswa adalah merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dijelaskan.
Menyikapi ujian nasional yang telah dilaksanakan, sepertinya pembenahan besar2an harus dilakukan sebelum kita menuntut lebih kepada seorang siswa. Pembenahan sarana pendidikan, kualitas pengajar, cara mengajar dan materi ajar yang up to date mesti dipikirkan bersama2 dengan melibatkan semua pihak. Tidak hanya di jajaran petinggi saja, tapi lebih mendengarkan aspirasi dari tenaga pengajar langsung yang menjadi ujung tombak pendidikan.
Jumat, 19 Maret 2010
Langganan:
Postingan (Atom)









