INSTAGRAM

Sabtu, 14 November 2009

Mencari Pemimpin yang Amanah bukan Pemimpin yang Lengah

Ketika membaca judul di atas, mungkin beberapa pejabat akan jengah, tapi sebagian lagi ada yang kembali mempertanyakan diri, atau ada juga yang sebagian lainnya bahkan nggak merasa apa-apa tuch?
Melihat fenomena yang ada sekarang ini, kembali lagi saya pertanyakan untuk apa sih adanya pemerintah di negeri ini, ya selain menjaga, melindungi rakyat, tentu saja memperhatikan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya, bahkan rakyat yang pernah memilihnya. Dan jawabannya adalah rapor merah buat pemerintah atau pemimpin itu sendiri.Hmh..
Saya sangat terkesan dengan sebuah bulletin Jumat yang mengatakan bahwa Umar bin Khattab ra, saat menjadi khalifah/pemimpin menunjukan kapasitasnya sebagai penguasa yang agung. Setiap malam beliau selalu berkeliling mengontrol rakyatnya , dan rela memanggul beras untuk rakyat yang sedang kelaparan, meskipun wilayah kekuasaannya membentang luas sepanjang Arab, Timur Tengah bahkan sebagian Afrika.
Beliau pernah berkata ; "Seandainya ada seekor keledai terperosok di kota Baghdad karena jalan rusak, aku khawatir Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban diriku di akhirat kelak."Luar biasa.
Sangat berbeda sekali dengan pemimpin di zaman kita, jangankan ada jalan yang rusak, fasilitas yang sudah parah dan berbahaya sekalipun, dengan alasan kekurangan dana, seolah-olah tidak ada masalah bagi mereka.Yach, wajar saja karena mereka tidak pernah melewati tempat-tempat itu, terang saja rasa empati dan simpati kepada rakyat tidak pernah ada. Toh, mereka terlalu sering turun naik mobil, dan meresmikan gedung ini dan itu, mendengar laporan yang menyenangkan dan tidak ada waktu untuk duduk bersama dengan rakyat, ya.. kecuali hanya pada masa kampanye saja. Ngaku aja dech..
Oleh karena pemimpin yang tidak beretika itulah, habis manis sepah dibuang, maka ada saja yang mengatakan siapapun pemimpinnya, toh kita masih gini-gini saja, daripada saya harus pergi milih partai, maaf saja waktu saya lebih berharga memilih sayuran yang segar untuk dijual di pasar. Ironis memang.
Menurut saya, sosok pemimpin yang tanpa cela, bersih luar dalam, teruji dalam kondisi apapun masih dinantikan sebagai sosok idola rakyat Indonesia, yang saat ini memang susah diatur, di tengah berbagai multietnis, suku, keinginan dan latar belakang serta berbagai kepentingan.
Mudah saja menemukan orang-orang yang mempunyai sifat seperti musang berbulu domba, dan orang yang pandai menjilat ke atas dan menginjak ke bawah.
Sekarang, pemilu caleg sudah ketahuan hasilnya, walaupun banyak sekali ketidakberesan yang terjadi. Setidaknya kita sudah berusaha dan menggunakan hak pilih kita.
Lalu bagaimana halnya dengan pemilihan kepala daerah nantinya?
Dapatkah mereka menjalankan amanah yang kita berikan..?
Pilihlah pemimin yang berani bekerja dan sudah terbiasa membaur dengar rakyat, bukan mereka yang hanya bisa mengumbar janji2 sorga semata...
Namun bagaimanapun hasilnya...Biarlah pertanggungjawaban mereka itu menjadi urusan Allah, yang jelas urusan kita adalah selalu berusaha menjadi manusia yang baik dan benar, bukan manusia yang selalu merasa benar.
Semoga saja Allah selalu menurunkan HidayahNya bagi kita semua.
Amin.

9 komentar:

Sahabat mengatakan...

Great post and nice blog you have Miss Linda. I'm from sumatera Barat too..Pasaman Barat exactly. I'm very glad to know that there is a great blogger from Sumatera Barat..like you. I tried to find Pasaman blogger, but I was disappointed.
Keep blogging Sister...share us your great thought...!

Linda Hevira mengatakan...

thanks for your attention...SAHABAT
we need more people who responsible with everything that their speech...
hmhh..

Sahabat mengatakan...

Yups..! Especially they who spoke actively at "the campaign"...hope you meet what I mean, hehehe

Rhia seLaLu Happy mengatakan...

hai mba'.. saLam kenaL :)

aku pengen crt byk nii ma mba'
karena kebetulan aku baru aja diterima kerja sebagai administrasi di Humas PT Pupuk Kaltim bontang dan di wajibkan untuk menjadi MC..
waddduuuuh, hal yg sangat berat untukQ mba'tapi ak jaLanin saja sambiL beLajar2.. :)

Linda Hevira mengatakan...

wah seru juga tuch..ntar ceritain pengalamannya yach...

THEU-LECK_y mengatakan...

BAGAIMANA BERFIKIR SEPERTI PEMIMPIN?


Pemimpin adalalah seseorang yang berfikir bagaimana sesuatu yang dipimpinnya itu dapat berhasil, maju, di kenal dan menjadi tauladan. Bukan orang yang memikirkan diri sendiri atau bukan orang yang berkata “saya” tapi “kami”. Baik itu memimpin perusahaan, organisasi, keluarga, ataupun diri sendiri.

Orang yang memimpin, berarti memiliki orang – orang yang akan dipimpin. Orang – orang yang harus dipengaruhi. Ada beberapa kaidah kepemimpinan:

1. Selalu bertukar pikiran dengan orang yang Anda ingin pengaruhi
Memikirkan kepentingan orang yang ingin kita pengaruhi adalah kaidah pikiran yang bagus dalam setiap situasi untuk menjadikan Anda seorang pemimpin yang lebih baik. Dengan bertukar pikiranpun kita dapat mengetahui kemampuan seseorang dalam menghadapi masalah. Dengan pola pikir yang dapat kita nilai dari pendapat – pendapat yang dikeluarkan.
Hal inipun akan membuat orang yang kita pimpin, merasa dihargai dan rasa untuk menjaga kebaikan dan ingin memajukan suatu usaha atau organisasipun akan timbul.

2. Berfikir secara manusiawi
Pertama kali Anda memiliki masalah yang sulit dan melibatkan orang lain, maka bertanyalah pada diri sendiri dan pikirkan standar tinggi dalam semua yang Anda kerjakan, namun tetap dalam taraf kewajaran. Sehingga tidak terkesan dibuat-buat atau semacam aturan yang hanya untuk dikatakan dan dipampang.
3. Percaya akan ada kemajuan dengan berfikir maju
Berfikir, berbicara, bertindak, hidup dengan cara yang Anda inginkan adalah ciri sang pemimpin bijaksana berfikir. Oleh karena itu, selalu berfikir kebelakang dan melihat masa lalu itu adalah cara yang salah untuk berfikir. Masa lalu adalah masa yang telah kita lalui dan waktu itu takkan terulang kembali. Jangan terjebak dengan kenangan masa lalu. Hal itu hanya membuat kita buntu untuk berfikir. Masa lalu yang buruk adalah pengalaman yang akan mengajarkan kita agar tidak terulang kembali pada masa sekarang dan lebih pintar untuk berfikir dan merespon segala sesuatunya. Setidaknya hal itu akan membuat kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan keadaan.

4. Luangkan waktu untuk berunding dengan diri Anda
Banyak orang yang sukses di dalam bidang apapun, karena meluangkan waktu untuk berunding dengan dirinya sendiri. Pemimpin menggunakan kesendirian untuk merangkai masalah, menyusun strategi, mencari pemecahan, membuat suatu rencana dan menggunakan pemikiran super mereka.

INGAT…! Tugas utama seorang pemimpin adalah berfikir dan persiapan terbaik pemimpin yaitu wawasan dan pemikiran yang luas. Luangkan sejumlah waktu dalam kesendirian untuk menuju sukses. Itulah cara berfikir seseorang yang seperti pemimpin.

Rusalva mengatakan...

Assalamu'alaikum,ini nova febrianti dari AKTAN,NPM 0810.076.510.006
Saya setuju dengan pendapat ibuk pada artikel yang berjudul Mencari Pemimpin yang Amanah bukan Pemimpin yang lengah.
di tempat saya bekerja,saya merasakan pemimpin saya tidak adil dan pilih kasih, ini karena ada seorang kepala bagian yang pandai mengolah kata, sehingga beliau percaya dan mau mengikutinya. malah kepala bagian itu pernah mengatakan pada beliau kalau saya tidak efisien bekerja, padahal saya sudah semaksimal mungkin mengerjakan semua tugas-tugas saya, sampai-sampai saya gak tidur semalaman tuk ngerjain kerjaan tersebut, yang bikin saya kecewa lagi, pemimpin saya itu menganggap itu benar, sampai sekarang beliau menganggap remeh semua hasil kerjaan saya.
apa itu sifat seorang pemimpin?
kalau menurut saya, beliau harus lihat dulu gimana hasil kerja saya, gimana saya bekerja, tidak langsung percaya aja sama kepala bagian itu. Sampai sekarang kalau ada suatu acara di kantor, saya tidak pernah diikutsertakan. saya sudah pernah mencoba tuk unjuk diri dan melihatkan kemampuan saya tapi tetap gak dibolehin dan gak diikutsertakan, sekarang yang membuat saya tetap bertahan hanya atasan langsung saya, beliau sangat baik dan perhatian,beliau juga mau mendengarkan keluhan2 saya, bukan sama saya aja tapi sama staf lainnya yang langsung beliau bawahi

rian afriyandri aktan mengatakan...

assalamualaikum warah matullahi wabarakatuh saya rian afriyandri dari AKTAN, NPM : 0710.076.510.037
Menurut saya yang dari artikel ibuk tentng Mencari Pemimpin yang Amanah bukan Pemimpin yang lengah.sangatlah setuju, dimana saat ini pada saat sebelum menjadi pemimpin merek megumbr janji dan kata-kata yang indah supaya memihak rakyat, tp klo di lihat dari sisi pemimpin sekarang memng tidak mudah dalam melakukan hal yang langsung bisa berubah, memerlukan waktu yang cukup. tapi klo hasil tetap sama maka tidak ada perubahan yng di janjikan oleh pemimpin tersebut.pemimpin yang ideal menurut saya merupakan pemimpin yang memikirkan rakyat dan mempunyai rasa puas, dalam arti mencari posisi tertinggi, sehingga melupakan tugasnya. selayaknya pemimpin harus memiliki rasa peduli yang tinggi supaya nantinya peduli pda rakyat

Linda Hevira mengatakan...

Benar sekali..trims semuanya...